- Inspirasi, Motivasi, Solusi

🎺 *APA BENAR SUARA TEROMPET & GELEGAR PETASAN KEMBANG API ITU BISA MENGUNDANG BENCANA ALAM?* πŸŽ†

Dalam AlQuran diajarkan jika hidup kita ingin selamat maka rendahkanlah suara kita di hadapan Allah, Rosul-Nya, dan orang tua kita. Jika kita meninggikan suara saat berkomunikasi dengan-Nya, dengan Rosul-Nya, atau dengan orang tua kita maka celakalah kita.

Intinya, jika hidup kita ingin selamat terhindar dari bencana maka hindarilah bersuara keras di hadapan siapa pun, khususnya kepada Allah dan kepada orang-orang yang kita mulyakan.

Dalam AlQuran juga disebutkan bahwa Allah menjadikan suara keras seperti suara petir untuk menakut-nakuti orang yang dalam hatinya ada penyakit, bahkan Allah jadikan petir sebagai salah satu alat untuk mengazab para makhluk-Nya yang ingkar.

Artinya suara yang keras bisa menjadi pertanda bencana atau musibah yang menakutkan. Itu sebabnya tak perlu heran jika pertanda puncak bencana hari akhir dunia adalah terdengarnya *suara terompet* Sangkakala yang mengejutkan dan mematikan.

Dalam perspektif fisika, suara menghasilkan gelombang, frekuensi getaran, resonansi yang mana gelombang tersebut akan saling menyelaraskan dengan gelombang lain yang ada di semesta.

Semakin keras suaranya maka semakin tinggi frekuensinya. So bila semakin banyak suara keras di muka bumi ini, maka semakin *terganggulah* mekanisme tapi alam semesta, sehingga semesta bisa meresponnya dengan “marah” atas titah-Nya.

Dalam perspektif gelombang otak, semakin tinggi frekuensi gelombang otak seseorang maka semakin tegang pikiran dan hatinya, alias semakin risih, resah, dan rusuh.

Artinya dapat disimpulkan bahwa suara keras adalah :

1. Suara yang kurang santun

2. Suara yang menegangkan dan mengejutkan

3. Suara yang mengundang hadirnya bencana dan musibah di alam semesta.

Jangan undang “kiamat-kiamat kecil” dengan suara keras terompet dan petasan kembang _Naar_. Dan janganlah pula kita merespon perilaku mereka dengan amarah, sebab bila kita marah-marah maka frekuensi ketegangan semesta semakin meningkat.

Tapi, marilah, untuk membantu keseimbangan alam tetap terjaga, bencana dan musibah tidak bertambah, mari imbangi suara petasan kembang api yang menggelegarkan semesta tersebut dengan Dzikrullah yang tenang, istighfar yang santun, syukur yang nikmat, atau dengan tidur yang khusyuk.

Tahun baru itu tidak penting, tapi memiliki pandangan baru yang lebih baik tentang kehidupan ini jauh lebih penting.

Saya ucapkan “Selamat menikmati pandangan baru tentang suara”.

www.jlebb.com

Nb : _*silakan di-share*_

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *