- Informasi, Inspirasi, Solusi

📣 *Menghilangkan Riba Uang Kertas, Bisakah?* 😮

📣 *Menghilangkan Riba Uang Kertas, Bisakah?* 😮

Izinkan sesekali saya menulis dan men-share tentang Riba… Mohon maaf bila masih banyak kekeliruan .

Riba secara bahasa artinya Tambahan atau pertambahan.

Sehingga sebenarnya eksistensi uang kertas itu adalah riba.

Wow, Kenapa demikian? Hal ini terjadi karena adanya pertambahan nilai pada uang kertas.

Bayangkan, harga selembar kertas uang bisa senilai dengan seperenam gram emas murni. Sehingga 1 gram emas murni bisa ditukar oleh hanya sekitar 6 s.d. 7 lembar kertas yang seratusan ribuan. Sungguh tidak sebanding bukan? Padahal coba jujur dengan diri kita sendiri, berapa harga yang layak bagi kertas sebanyak 6-7 lembar?

Itu sebabnya, jika perekonomian Islam ingin bangkit, maka perlu ada normalisasi alat tukar dengan alat tukar yang nyata dan normal.

Misalnya nilai uang 100.000 bisa dibuat dari logam tembaga dilapisi emas murni yang sesuai. Sehingga nilai mata uang tersebut memang asli sama dengan 100.000, sehingga akan sangat sulit terkena inflasi atau deflasi.

Memang _sih_ kalau hal ini diterapkan maka kesannya akan kembali menjadi kuno, tapi biar lah terkesan kuno asalkan jauh lebih berkah dibandingkan menggunakan uang kertas dan pasukannya.

Banyak manusia percaya bahwa adanya uang kertas berikut anak keturunannya, seperti kartu debit, kartu kredit dan e-money, akan memperlancar dan mempermudah banyak transaksi.

Dan ternyata itu memang betul, akhirnya Transaksi Korupsi dan Pencucian Uang menjadi sangat mudah terjadi di saat ini. Merajaratulela, dengan sebab uang kertas.

Bahkan di zaman now ini, kalau mau lewat jalan Tol Jagorawi saja harus pakai EToll, sehingga konon katanya sepertinya menjadi lebih praktis dan mengurangi macet. Hmm, apakah memang begitu buktinya? Silakan amati sendiri.

Jika modernisasi dan teknologi sudah bisa menggantikan banyak tenaga manusia, maka itulah yang disebut _Technology Syndrome_(TS).

Orang-orang yang sudah terkena penyakit TS ini orientasinya sangat materialistik, rela memutuskan kasih sayang terhadap sesama dan membuat buanyak orang lain kehilangan pekerjaannya dengan dalih Teknologi.

Kenapa hal ini sulit dihindari? Bisa jadi karena di zaman now ini mungkin banyak manusia yang masih berpikir bahwa fasilitas dan privilege adalah kunci dari kebahagiaan dan lambang dari kesuksesan, padahal setiap kemudahan yang kita dapatkan harus dibayar dengan berbagai kesulitan di kemudian hari.

Terus terang saya pun hanya baru bisa beropini, tapi belum juga bergerak secara nyata untuk mendapatkan sebuah solusi yang ideal agar bisa keluar dari Peradaban Jahiliah Uang Kertas ini. Saya sendiri masih seorang Zain yang menggunakan uang kertas dan EToll yang berkemungkinan besar masih mengandung riba kapitalis yang menyihir.

Tapi saya kira, suatu saat kita semua ingin hidup normal dengan kembali menggunakan mata uang yang nyata atau real, sehingga bisa mengundang lebih banyak keridhoan Allah dan keberkahan hidup di semesta ini. Aamiin yaa Allaah yaa robbal’Aalamiin.

Namun demikian kita bisa memulainya dengan langkah yang sederhana, misalkan setiap kita sudah mulai memiliki akun di Bank Syariah yang ada..

Janganlah kita termasuk orang yang membenci Bank Syariah dengan alasan Bank Syariah belumlah Syariah 100 persen.

Sebab semuanya berproses, karena selama kita masih pengguna uang kertas dan Etoll maka pada hakikatnya kita bisa jadi masih pelaku riba, hanya saja karena belum ada pilihan lain yang memasyarakat semoga kita dimaafkan oleh Allah.

Jadi saran saya kepada Anda, untuk mensupport pertumbuhan Perbankan Syariah, maka lakukanlah transaksi perbankan sebanyak mungkin dengan menggunakan Bank Syariah. Menabung, Transfer, Meminjam, atau Meminjamkan uang dengan jasa perbankan syariah.

Selama masih ada yang Syariah, walaupun belum sempurna, maka tinggalkanlah atau kurangilah sebisa mungkin bertransaksi dengan perbankan yang konvensional, non syariah.

Wallahu a’lam
Astagfirullah

Salam JLEBBerkah 😉🎯

www.Jlebb.com

HOT NEWS

Masih ada seat tersedia untuk Training semi private PLC (Personalitree Leadership and Communication), in syaa Allaah 23 Maret 2019.

Dan juga Training Public Speaking SeBar MakNa, in syaa Allaah 24 Maret 2019.

Daftar silakan hubungi Kang Rifa’i di wa.me/6287885168125

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *