- Solusi

20 Langkah Terapi Cahaya Hati

  1. Terima sepenuhnya Kondisi yang kurang baik ini, karena memang kondisi ini layak bagi diri kita. Semua masalah adalah layak/cocok/pantas bagi sang diri, itu sebabnya terima saja masalah itu SEPENUHNYA.
  2. Akuilah bahwa Allah selalu benar, dan kita lah yang bersalah. Jangan salahkan siapapun dan jangan pernah merasa bahwa “Ini bukan salah saya, saya hanyalah korban, sehingga masalah ini hadir kepada saya”.
  3. Sadari bahwa diri telah banyak berbuat dosa, baik Dosa besar atau Dosa kecil, baik Dosa Aktif maupun Dosa Pasif. (Daftar Dosa Besar terlampir, daftar Dosa Aktif/Pasif terlampir)
  4. Maafkan orang yang kita anggap bersalah atas kejadian ini plus maafkan pula kejadian ini.
  5. Maafkan diri yang masih juga merasa Kesal Hati atas kondisi yang ada
  6. Mohonkan Maaf atas Pelaku yang menyebabkan kondisi ini hadir dalam hidup kita
  7. Minta ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita dari masa lalu. Dan yakinlah bahwa Allah hadirkan kesulitan kepada kita bukan karena iseng, tapi kemungkinan besar karena kita banyak dosa.
  8. Minta Ampun dan mohon Maaf kepada Allah karena kesal (tidak menerima ketetapanNya) dengan kondisi yang ada, dan karena telah berprasangka negatif kepada Allah tatkala masalah atau kejadian ini hadir pertama kali.
  9. Lepaskan Masa Lalu (Kejadian yang memalukan, keinginan yang tidak terpenuhi, salah langkah dalam bersikap, hilangnya kesempatan dan lain sebagainya)
  10. Lepaskan Rasa memiliki yang melekat (Atas apapun yang hari ini sedang diamanahi oleh ALLAH SWT)
  11. Lepaskan Keinginan kuat atau ambisi (atas segala sesuatu yang belum di-”miliki” tapi sangat ingin memilikinya)
  12. Serahkan semua URUSAN ini kepada Allah. Semua milik Allah dan pasti akan kembali kepada Allah dengan tunduk berserah diri.
  13. Introspeksi, apakah masalah ini sebagai Ujian atau Peringatan? Kalau Ujian untuk meningkatkan keimanan, dan kalau Peringatan adalah untuk membersihkan Kesalahan masa lalu sekaligus mengingatkan agar segera bertaubat.
  14. Berkehendak tanpa paksaan untuk bertaubat karena Allah, bukan karena ingin yang lain…
  15. Ambil dan genggamlah hikmah atas kejadian ini agar menjadi pembelajaran yang berharga dan indah untuk mendewasakan jiwa
  16. Memohon RIDHO, RAHMAT, KARUNIA dan PETUNJUK ALLAH yang begitu luas, dan Minta dikuatkan untuk tetap berada di dalam petunjuk ALLAH
  17. Memohon kepada ALLAH agar dihilangkan dari masalah yang tengah melilitnya
  18. Menyerahkan kembali semua urusan ini kepada Allah dengan sebuah keyakinan penuh bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk sang diri
  19. Memperkhusyu Sholat, memperbanyak Istighfar yang berkualitas, menambah frekuensi berzikir yang nikmat, dan menyeringkan melantunkan sholawat dengan penuh rasa sayang.
  20. Berikhtiarlah sebaik mungkin dengan mental berlomba-lomba dalam kebaikan, dengan ikhtiar yang benar, santun, tegas, dan bermanfaat

Lampiran 1 (Daftar Dosa Besar)

  1. Syirik (Seperti menyekutukan Allah, menyalahgunakan Sunnatullah, dan pergi ke tukang dukun/sihir dan memercayainya dengan alasan berobat atau lainnya)
  2. Bid’ah yang bernuansa syirik. Seperti melakukan ritual ibadah tambahan yang tidak dianjurkan oleh Allah dan RosulNya tapi meyakini bahwa kalau ritual itu tidak dilakukannya maka hidupnya akan celaka
  3. Meninggalkan Sholat dengan sengaja, dan meremehkan sholat berjama’ah bagi pria
  4. Durhaka kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu
  5. Durhaka kepada suami dan khianat terhadap pasangan
  6. Berzina, termasuk Pendahuluan Zina, seperti Pacaran dan Onani yang diistiqomahkan
  7. Menerima Rizki Haram (seperti hasil korupsi atau hasil bisnis yang haram dan subhat)
  8. Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang dilarang (seperti Babi, Khomer, dan Anjing)
  9. Berjudi
  10. Riba dan Renternir
  11. Membunuh Manusia, apalagi membunuh orang beriman
  12. Fitnah atas nama agama
  13. Tidak ikhlas menerima ketetapan/takdir Allah dan lalu menyalahkan Allah atas takdir yang dijalaninya
  14. Mengkafirkan orang beriman
  15. Meremehkan hukum/syariat Allah
  16. Sumpah palsu (Ketika menjadi saksi di pengadilan atau Berbohong dengan diawali sumpah, seperti “Demi Allah”)
  17. Nazar yang tak ditepati
  18. Menghardik anak yatim
  19. Dosa-dosa biasa yang dirutinkan bisa menjadi dosa besar. “Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (H.R. Ahmad dan Thabrani)

Lampiran 2a Beberapa contoh Dosa Aktif yang kadang tidak disadari

  1. Membicarakan kekurangan orang lain (Ghibbah)
  2. Makan sambil berdiri (Standing party)
  3. Makan dan Minum dengan tangan kiri
  4. Makan tiga piring padahal satu piring pun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan jasadnya.
  5. Makan lupa membaca bismillah
  6. Membuang sampah sembarangan
  7. Membuang sampah ke tong sampah, tapi tidak tepat masuk ke dalamnya
  8. Membuang bungkus permen dari dalam mobil ke luar/jalan sembarangan
  9. Menyalip mobil dari arah kiri sehingga supir dan penumpang mobil yang disalip kaget dan emosi
  10. Menerobos lampu lalu lintas ketika merah menyala
  11. Tidak mau mengantri, dan malah menyerobot
  12. Datang janjian terlambat, tidak tepat waktu
  13. Membuat SIM tembak
  14. Senyum berlebihan, sehingga terkesan plin-plan, tidak tegas
  15. Tidur Berlebihan, misalkan sering tidur lagi ba’da subuh
  16. Bekerja berlebihan, hingga selalu begadang
  17. Makan dan Minum berlebihan, sampai kekenyangan, sehingga susah beraktivitas
  18. Tertawa terbahak-bahak, berlebihan
  19. Bercinta/Coitus dengan pasangan berlebihan, sehingga menganggu aktivitas inti
  20. Sholat terlalu cepat, tidak khusyu
  21. Bercanda yang menyinggung perasaan orang lain
  22. Berjanji manis tapi nyatanya pahit ( tidak sesuai dengan janji diawal)
  23. Suka berbicara dengan kata-kata yang berenergi negatif
  24. TV menyala tapi tidak ditonton, termasuk Listrik menyala tidak digunakan
  25. AC on padahal tidak diperlukan
  26. Mempunyai dua atau tiga buah kulkas, padahal satu kulkas sudah mencukupi
  27. Mendengarkan musik cinta yang membangkitkan syahwat yang tak perlu
  28. Memarahi anak dengan emosi tinggi, walaupun untuk tujuan kebaikan
  29. Berbicara dengan ibu kandung dengan suara yang lebih keras dan intonasi yang lebih tinggi
  30. Pergi ke pasar/ ke mall dimana aurat bertebaran bebas
  31. Pergi ke suatu tempat dengan menggunakan mobil, padahal menggunakan motor atau sepeda sudah sangat memadai
  32. Kerja terlalu keras sampai lupa bahwa Sholat lebih utama dibandingkan bekerja keras
  33. Begadang, bangun malam, tapi tidak Sholat Tahajud
  34. Bau mulut – bau ketiak – bau keringat, tapi gak empati atas penderitaan orang-orang di sekitarnya
  35. Merokok; asap rokoknya kemana-mana dan buang putung rokok sembarangan
  36. Berlebihan dalam bermain game, baik Game online Offline, atau Game on road : catur, futsa, olahraga, monopoli, dan lain sebagainya

Lampiran 2b Beberapa contoh Dosa Pasif (Dosa Jengkelisme) yang sering tidak disadari

  1. HASAD (Penyakit SMS – Seneng Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Seneng)
  2. Jengkel karena nonton sinetron bersambung melulu
  3. Jengkel karena dimarahi ibu sendiri di hadapan teman-teman, ibu cerewet
  4. Jengkel kepada istri yang tidak menurut dan boros uang belanja
  5. Jengkel kepada suami yang pelit ngasih uang belanja, harus diminta dulu baru memberi, itu pun sepertinya terpaksa
  6. Jengkel kepada mertua karena mertua banyak mengatur kehidupannya
  7. Jengkel kepada menantu karena menantu tidak menghormatinya
  8. Jengkel karena difitnah oleh orang lain, merasa harga diri dan nama baik dicemari
  9. Jengkel karena anak tidak menurut, antar anak sering berantem
  10. Jengkel memiliki temen akrab tapi ia bau mulut atau bau ketiak
  11. Jengkel kepada pemerintah karena banyak pengemis beredar
  12. Jengkel karena sudah mules tapi susah keluar
  13. Jengkel melihat rumah sering berantakan
  14. Jengkel karena anak-anak sering menganggu konsentrasi di saat kita bekerja
  15. Jengkel kepada suami yang sepertinya sedang mendekati wanita lain
  16. Jengkel kepada tetangga yang sering manasin mobil di pagi hari dan asepnya kemana-mana
  17. Jengkel setelah berwudhu malah ingin buang angin
  18. Jengkel karena diare atau ingin pipis terus
  19. Jengkel karena anak sering ngompol di kasur padahal sudah besar
  20. Jengkel karena pembantu sudah dikasih tahu tapi tidak mengerti juga
  21. Jengkel lupa jumlah roka’at sholat
  22. Jengkel karena pas mau berangkat malah hujan turun
  23. Jengkel karena kesiangan sholat subuh
  24. Jengkel karena teman yang satu ini kerjaannya curhat melulu
  25. Jengkel karena kecopetan di kereta atau kehilangan sandal di masjid
  26. Jengkel karena ngaji-baca Al-Quran sering salah dan tidak lancar
  27. Jengkel karena belum bisa juga berbicara bahasa Inggris apalagi bahasa arab
  28. Jengkel karena mudah males sering bad mood
  29. Jengkel karena murid yang diajar tidak paham juga
  30. Jengkel karena maag sering kambuh
  31. Jengkel karena mudah masuk angin
  32. Jengkel karena sulit dapet jodoh
  33. Jengkel karena hutang tidak lunas-lunas, gali lubang tutup lubang
  34. Jengkel kepada bos, staf, atau rekan kerja
  35. Jengkel karena jalanan macet
  36. Jengkel karena kucing di rumah BAB sembarangan
  37. Jengkel karena dijahili atau dicandai seseorang secara belebihan, nyelekit rasanya
  38. Jengkel karena “diomongin” yang tidak enak oleh orang lain
  39. Jengkel karena didekati oleh orang yang tidak kita sukai
  40. Jengkel karena di minuman jus yang dipesannya ada lalatnya atau kotoran lainnya
  41. Jengkel karena jatuh cinta kepada wanita/pria yang tidak mungkin dinikahinya
  42. Jengkel karena kesebelasan kesayangannya dikalahkan oleh rival
  43. Jengkel dan sebal karena melihat kecoa yang sering muncul di kamar mandi
  44. Jengkel melihat ada Ustadz poligami
  45. Jengkel melihat pejabat yang korupsi
  46. Jengkel karena banyak yang berhutang padanya tapi belum mau membayar
  47. Jengkel karena kita sering jengkel padahal ingin bisa mema’afkan
  48. Jengkel karena disalip/disusul secara tidak sopan
  49. Jengkel karena imam sholatnya kelamaan
  50. Jengkel karena Khotib khutbahnya membosankan
  51. Jengkel karena mengantuk saat khutbah jumat
  52. Jengkel karena tiba-tiba listrik mati, padahal kerjaan di komputer belum di-save
  53. Jengkel karena Menstruasinya tidak lancar
  54. Riya, ingin dipuji (merusak hablumminallah)
  55. Takut dicaci manusia, sehingga tidak jadi beramal sholeh
  56. Terbawa emosi, ketika menonton film, karena terbawa emosi negatif di film tersebut
  57. Bahagia yang berlebihan
  58. Kesedihan yang berlebihan
  59. Rasa memiliki Dan Rasa Menginginkan yang kuat
  60. Rasa Kecewa terhadap kejadian di masa lalu

Dan lain sebagainya

Rajanya Istighfar

Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar (Sayyidul Istighfar) ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu a’uudzubika min syarri maa shona’tu abuu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta”

(artinya : Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilah selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).

“Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapayang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhari)

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *