Ada-Apa-Dengan-Suara-Petasan-Kembang-Api
- Public Training

Ada Apa Dengan Suara Petasan Kembang Api ?

Ada apa dengan suara petasan kembang api ?

Saya belajar banyak tentang rahasia “suara” dari Sahabat saya Bapak Luthfie Ludino , beliau mengajarkan saya bagaimana mendeteksi kepribadian seseorang melalui infleksi getaran suara orang tersebut. Dan saya amati ternyata selain bisa mendeteksi jiwa mikro maka keberadaan suara juga bisa mendeteksi jiwa makro (alam semesta).

Dalam AlQuran diajarkan jika hidup kita ingin selamat maka rendahkanlah suara kita di hadapan Allah, Rosul-Nya, dan orang tua kita. Jika kita meninggikan suara saat berkomunikasi dengan-Nya, dengan Rosul-Nya, atau dengan orang tua kita maka celakalah kita.

Intinya, jika hidup kita ingin selamat terhindar dari bencana maka hindarilah bersuara keras di hadapan siapa pun yang derajatnya lebih tinggi dari kita di hadapan Allah.

Dalam AlQuran juga disebutkan bahwa Allah menjadikan suara keras seperti suara petir untuk menakut-nakuti orang yang dalam hatinya ada penyakit, bahkan Allah jadikan petir sebagai salah satu alat untuk mengazab para makhluk-Nya yang ingkar. Artinya suara yang keras bisa menjadi pertanda bencana atau musibah yang menakutkan. Itu sebabnya tak perlu heran jika pertanda puncak bencana hari akhir dunia adalah keluarnya suara terompet sangkakala yang mengejutkan dan mematikan.

Dalam perspektif fisika, suara menghasilkan gelombang, frekuensi getaran, resonansi yang mana gelombang tersebut akan saling menyelaraskan dengan gelombang lain yang ada di semesta. Semakin keras suaranya maka semakin tinggi frekuensinya. So bila semakin banyak suara keras di muka bumi ini, maka semakin terganggulah alam semesta, sehingga semesta bisa “marah” dengan titah-Nya.

Dalam perspektif gelombang otak, semakin tinggi frekuensi gelombang otak maka semakin tegang pikiran dan hatinya, alias semakin risih, resah, dan rusuh.

Artinya dapat disimpulkan bahwa suara keras adalah :

1. Suara yang kurang santun
2. Suara yang menegangkan dan mengejutkan
3. Suara yang mengundang hadirnya bencana dan musibah di alam semesta.

So, tidak usahlah kita marah-marah mendengar suara terompet yang keras di sekitar rumah kita, sebab bila kita marah-marah maka frekuensi ketegangan semesta semakin meningkat.

Tapi, marilah, untuk membantu keseimbangan alam tetap terjaga, bencana dan musibah tidak bertambah, mari imbangi suara petasan kembang api yang menggelegarkan semesta tersebut dengan Dzikrullah yang tenang, istighfar yang santun, dan syukur yang khusyuk.

Saya ucapkan “Selamat punya pandangan baru”.

Please follow and like us:
error

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *