Krisis-Kesadaran
- Inspirasi

AWARENESS CRISIS (Krisis Kesadaran)

AWARENESS CRISIS
(Krisis Kesadaran)

Manusia bukanlah makhluk TUBUH yang diberikan RUH. Tapi manusia adalah Makhluk RUH yang diberikan TUBUH. RUH lebih senior dibandingkan TUBUH.

Ketika kehidupan seseorang lebih berorientasi menikmati keberadaan RUH tanpa melupakan menikmati keberadaan TUBUH maka selamatlah ia sebab ia memiliki kesadaran yang tinggi.

Tapi ketika yang sering dan selalu dicarinya adalah kenikmatan TUBUH maka celakalah ia sebab ia memiliki kesadaran yang rendah.

“Sesungguhnya yang paling tinggi derajat kemuliaannya di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling tinggi ketaqwaannya (kesadarannya)” (Q.S. 49 : 13).

Sederhananya, Keberhasilan hidup ini diukur ketika kita nanti mati sudahkah kita berada di derajat kesadaran yang ditinggikan-Nya? Semakin tinggi kesadaran kita maka semakin dimuliakanlah kita di sisi Allah.

Lalu berproseslah kita dari kesadaran rendah menuju kesadaran tinggi. Berproseslah kita dari sekedar mencari kenikmatan Tubuhi menuju kenikmatan Ruhani.

Dan ternyata dalam proses ini seringkali terjadi krisis kesadaran. Dimana ternyata KENYATAAN masih jauh dari KEINGINAN. Terjadilah pertarungan antara KENYATAAN dan KEINGINAN.

Kenyataannya masih lebih suka kenikmatan tubuh dibandingkan kenikmatan Ruh. Padahal keinginannya lebih bisa menikmati Ruh dibandingkan tubuh.

Bergejolaklah krisis kesadaran…. Dimana :

– Makan lebih nikmat daripada shoum
– Ngopi lebih nikmat daripada dzikir
– Ngomongin orang lebih nikmat daripada Introspeksi dan istighfar
– Tidur lebih nikmat daripada Tahajjud
– Ngobrol sama temen lebih nikmat daripada ngobrol sama ibu dan ayah
– Maksiat lebih nikmat daripada ibadah

Padahal inginnya shoum, dzikir, istighfar, tahajjud, ngobrol sama ortu, dan ibadah jauh lebih nikmat daripada makan, ngopi, ghibbah, tidur, ngobrol sama temen, dan maksiat.

Ketika krisis terjadi maka janganlah dilawan lalu marah-marah gak jelas kepada diri sendiri yang belum mampu sadar-sadar. Tapi coba lakukanlah proses berikut :

1. Terima keadaan diri yang memang masih rendah kesadarannya, masih belum mampu berasyik nikmat dengan Ruh dibandingkan dengan Tubuh.

2. Akui kelemahan diri, bahwa sebenarnya bukan kehebatan kita yang membuat kita meningkat kesadarannya, melainkan karena pertolongan dan hidayah Allah semata.

3. Jangan remehkan kesadaran orang lain yang lebih rendah, dan jangan terlalu kagum kepada kesadaran orang lain yang lebih tinggi. Tapi melekatlah pada Allah, sebab Dialah pusat segala kekaguman.

4. Berdo’a dengan tunduk pasrah agar Allah memberikan Solusi dari krisis yang sedang dialaminya. Dan do’akan pula orang-orang terdekat Anda.

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *