- Inspirasi, Public Training

BEBERAPA HIKMAH DARI TETESAN VIRUS CORONA

Innaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun.

Virus Corona telah menyebarkan Pendemi Covid-19. Nama Virusnya : “Corona”, sedangkan nama Penyakitnya : “Covid-19”. (Corona Virus Disease – 2019).

Kenapa disebut Pendemi bukan Wabah atau Epidemi? Wabah itu sifatnya “lokal”, Epidemi itu sifatnya “Lokal dan sekitarnya”, sedangkan Pendemi itu sifatnya “Global mendunia”.

 

Umumnya Corona ini tidak menyebar melalui udara, tetapi melalui tetesan Corona yang mendarat lalu menempel di berbagai benda, yang mana tetesan virus ini keluar bersamaan dengan batuk, lendir pilek, bersin, atau air ludah dari Penderita Covid-19.

 

Manakala benda-benda yang tertetesi tersebut disentuh oleh tangan orang yang tidak terinfeksi Corona, lalu tangan tersebut menyentuh area mulut atau hidung, maka kemungkinan besar terinfeksilah ia.

Namun jika antibodi orang tersebut sangat baik, maka virus Corona perlahan akan tewas dengan sendirinya. In syaa Allaah.

Nah, Apa nih hikmah yang bisa kita dapatkan atas pergerakan Corona ini?

  1. Penyebaran Virus Corona yang kecil ini sangat berbahaya. Tapi penyebaran Virus yang lebih kecil lagi yaitu Virus Informasi negatif, hoax atau fitnah tentang Corona ternyata jauh lebih berbahaya. Virus Corona memang bisa mematikan, tapi Virus fitnah informasi itu lebih membahayakan. Fitnah memang terbukti lebih kejam daripada Pembunuhan.

Banyak virus informasi yang belum jelas asal-usulnya tapi sudah tersebar viral di dunia maya lalu menginfeksi sebagian para Nitizen yang “polos”, contohnya adalah :

 

– tentang virus corona pasti tidak akan menyebar melalui udara

– tentang ukuran virus corona yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan ukuran virus pada umumnya

– tentang usia hidup virus corona kalau menempel di tangan hanya 10 menit, menempel di benda logam 12 jam, dan benda non logam 9 jam

– tentang virus Corona yang akan mati pada suhu 26-27 derajat celcius

– tentang wajah seram virus corona yang diperbesar ribuan kali lipat

– dlsb

 

  1. Ketamuan Virus Corona walau setetes akan berakibat fatal pada tubuh yang lemah.

Artinya : Informasi yang salah, walaupun sedikit akan membuat cedera pada jiwa, apalagi kalau buanyak.

 

  1. Ketamuan Virus Corona walaupun ratusan tetes, in syaa Allah tidak akan berakibat fatal pada tubuh yang antibodinya kuat.

Artinya : walaupun banyak informasi negatif dan salah/hoax atau Fitnah yang kita terima, maka tidak akan mencederai jiwa kita manakala jiwa kita beriman kuat dan berilmu tinggi.

 

  1. Virus Corona menyebar atau menular umumnya melalui sentuhan , tapi kadang juga dimungkinkan melalui udara.

Artinya : jika kita berkawan dengan pembawa dan penyebar informasi negatif maka kita akan mudah tertular menjadi pribadi negatif. Walaupun hanya saling bicara, apalagi kalau sampai saling bersentuhan. Berhati-hatilah dalam memilih teman bicara, teman bermain, apalagi teman dalam berbisnis, dan apalagi teman dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

 

  1. Dengan Pendemi Covid-19 ini maka Masjid semakin sepi, Jama’ah yang datang ke Baitullah turun drastis. Yang Thawaf pun otomatis semakin sedikit, sehingga secara holistik akan memengaruhi keseimbangan bumi. Namun untungnya tempat-tempat bersenang-senang lainnya, seperti Mall, tempat nongkrong milenial, klub malam dlsb juga semakin sepi.

Artinya : Allah sedang membersihkan kita semua, menegur kita yang semakin jarang mendekat kepada Allah. Tubuh kita di masjid, tapi hati kita di WA. Tubuh kita di Makkah, tapi hati kita di FB dan IG.

 

Walaupun sudah sampai ke Baitullah, tetap rasanya kurang lengkap kalau belum laporan ke Medsos sehingga dapat “pahala” like jempols dari friends atau followers. Ketika kita punya masalah pun, malah cenderung curhat dan bahkan berdo’a di Medsos.

 

Tapi di sisi lain, beberapa tempat bersenang-senang juga menyepi. Artinya Allah sedang menyuruh kita untuk mengurangi kesenangan duniawi yang sementara, tapi masuklah ke dalam kesenangan yang lebih hakiki. Kesenangan dalam beribadah. Menyendirilah bersama Allah, lakukan kontemplasi ke dalam jiwa sebelum kelak berbaur kembali di tengah masyarakat. “Lock Down” kan dirimu, kecuali ada janji atau kepentingan mendesak yang memang harus diselesaikan di luar rumah.

 

  1. Kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia diperkirakan sekitar 3% dari yang terinfeksi. Tapi prosentase kematian setiap orang yang hidup mencapai 100%.

Artinya : kita belum pasti terkena virus Corona, dan ketika sudah positif Covid-19 pun belum pasti mati karenanya. Tapi setiap kita pasti mati bisa karena apa pun sebagai washilahnya . Maka mempersiapkan “Tamu” yang “pasti” datang tentunya lebih waras dibandingkan mempersiapkan diri menerima “Tamu” yang belum tentu mampir.

 

Semoga kita kelak dimatikan oleh Allah dalam keadaan jiwa yang tenang, husnul khootimah, bukan dalam keadaan jiwa gelisah panik yang disebabkan fitnah yang viral, su^ul khotimah. Aamiin yaa Allaah yaa robbal aalamiin.

 

Waspada itu menguatkan jiwa, sedangkan Panik itu melemahkan jiwa.

Wallahu a’lam

KZ

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *