BerHATI-HATILAH-dengan-TENANG-yang-menghadirkan-TEGANG
- Inspirasi

BerHATI-HATILAH dengan TENANG yang menghadirkan TEGANG

BerHATI-HATILAH dengan TENANG yang menghadirkan TEGANG

Tujuan Dzikir itu bukan “agar tenang”, tapi agar kita semakin sadar-dekat kepada Allah. Ketenangan hanyalah sekedar efek-anugerah dari Allah atas dzikrullah yang kita lakukan.

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ   ؕ  اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: Ayat 28)

Setidaknya ada 3 hal penting yang bisa kita ambil hikmahnya dari Ayat di atas.

1. MENGINGATKAN atau berusaha MENYADARKAN kita bahwa “cuman-hanya” dengan Dzikrullah lah yang akan membuat hati ORANG BERIMAN itu menjadi tenang.

2. Jika kita mengaku orang beriman tapi pas mengingat Allah kok hati gak kunjung Tenang, berarti ada 3 kemungkinan, a. Iman kita sangat lemah, b. Kita belum benar-benar serius sungguh-sungguh sepenuh hati berupaya mengingat Allah, c. Kita mengingat Tuhan yang salah, misalkan mengingat Tuhan yang bernama “Uang”, “Kesehatan”, “Mantan”, atau Tuhan yang bernama “Solusi”.

3. Namun manakala seseorang justru menjadi TENANG karena aktivitas-kegiatan selain Dzikrullah, yakni sebuah model kegiatan atau terapi hati buatan manusia belaka, apapun namanya, eh kok malah menjadi Tenang, maka saat itu Tuhan orang tersebut bukanlah Allah, melainkan Tuhannya bisa jadi bernama “Tenang”.

Jangan sampai kita menuhankan ketenangan, sebab pasti hanya ketegangan yang akan hadir menyelimuti kita. Na’udzubillaahimindzaalik.

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *