Berprasangka Baik yang Baik

Berprasangka-Baik-yang-Baik

Ketika kita dizalimi, ditipu, atau diperdaya oleh orang lain maka wajarlah bila kita sulit berprasangka baik kepada orang yang menzalimi kita tersebut.

Itu sebabnya, bila terasa sulit maka janganlah memaksakan diri untuk berprasangka baik kepada manusia, melainkan yang utama adalah berprasangka baik kepada Allah. Kepada Allah selalu berprasangka baik, sedangkan kepada manusia dan keadaan boleh netral saja, tapi tetap waspada sesuai Kehendak-Nya.

Berprasangka baik kepada manusia masih berada di level Perasaan, sedangkan berprasangka baik kepada Allah sudah berada di level Keberserahan. Maqom tangga kesadarannya sudah mencapai Ruh-Harapan.

Maka lihatlah keajaiban yang terjadi bila kita menjaga jiwa kita tetap berprasangka baik kepada-Nya. Kesulitan begitu cepat teratasi dengan Kehendak-Nya yang Maha Luas. Buktikanlah sekarang juga!

Cobalah berbisik lirih kepada-Nya “Ya Allah walaupun keadaanku kini tampak dan terasa sulit, tapi aku yakin Engkau pasti punya maksud baik atas keadaan ini bagiku. Terimakasih ya Allah. Maafkanlah aku. Ampunilah aku. Sayangilah aku. Aamiin.”

Salam,

Please follow and like us:
About kang zain 487 Articles
Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*