CERMATLAH-!-Sebab-Anda-BUKANLAH-PAGAR-BAMBU,-dan-BUKAN-pula-CERMIN-RETAK
- Inspirasi

CERMATLAH ! Sebab Anda BUKANLAH PAGAR BAMBU, dan BUKAN pula CERMIN RETAK

💡CERMAT (Ceramah Jum’at)

🤓 CERMATLAH ! Sebab Anda BUKANLAH PAGAR BAMBU, dan BUKAN pula CERMIN RETAK

Ini penting… Ada dua kalimat/statement yang baik tapi bisa berbahaya bagi jiwa, sehingga perlu kita cermati dengan bijaksana dan bijaksini…

🙏🏼 Yaitu :

☝1. Setiap Anda menyakiti hati orang lain, itu ibarat Anda menancapkan satu buah paku di Pagar bambu. Dan ketika Anda meminta maaf kepada orang yang Anda sakiti tersebut, maka lepaslah paku tersebut, namun bekas lubang paku di bambu tak kan pernah hilang.

✌2. Setiap Anda mengkhianati orang lain maka sebenarnya Anda sudah meretakkan cermin tentang persepsi Anda yang ada di jiwanya. Walaupun Anda sudah memperbaiki diri, ibarat walaupun cermin tersebut sudah dilem rapi, tetap saja bekas luka retakan masih tersisa.

😅 Hmm entah siapa yang membuat dua kalimat yang anggun tersebut.

💪 Saya yakin mereka membuat kalimat tersebut dengan tujuan yang indah yaitu agar kita tidak suka menyakiti, mendustai, dan mengkhianati orang lain.

Namun, sebagian orang, hari ini telah menyalahgunakan kalimat tersebut dan lalu menjadikan kalimat “filosofi” tersebut sebagai legalisasi bagi mereka bahwa 😭sakit hati seumur hidup itu adalah wajar, dengan dalih sisa lubang paku atau sisa luka retakan cermin masih “istiqomah” bersemayam di dalam jiwa mereka.

Jika efeknya bisa begitu, maka lebih baik jika kita tidak menggunakan dan mempopulerkan kalimat seperti itu sebagai pedoman hidup kita.

Why? Sebab kita ini bukanlah pagar bambu yang sedang ditancapkan paku, dan kita bukan pula cermin yang sedang retak. Tapi Kita adalah Hamba Allah yang berusaha menta’ati semua perintah-Nya.

“…. Dan hendaklah mereka memaafkan serta berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (Q.S. An-Nur 22).

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *