Berprasangka-Baik-yang-Baik
- Inspirasi, lainnya

DIALOG IDENTITAS BATIN

Peringatan: Tulisan ini agak panjang, tapi sangat seru

Batin yang gelisah selalu “mencari” kesana kemari untuk dapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Mencari semua keping titik identitasnya yang diduga kuat terserak di berbagai sudut semesta, di semesta tanpa sudut.

Lalu ia pergi ke puncak gunung untuk menemukan pemandangan yang indah, padahal pemandangan hanyalah pemandangan. Apakah identitasnya sama dengan pemandangan?

Ia pun pergi ke wahana wisata untuk menghadirkan berbagai kebahagiaan. Tapi batinnya tetap letih, sebab berbeda antara keinginan dan kebutuhan sang batin. Bahagia sih, tapi bahagia sesaat, bukan bahagia selamat.

Ia pun pergi ke luar negeri untuk menemukan identitas dirinya yang mungkin saja terserak di negeri Saudi, Malaysia, Singapura, Cina, Itali, Mesir, Spanyol, atau Amerika. Tapi anehnya, ia pun semakin jauh dari batinnya. Semakin terpenuhi keinginannya maka semakin jauh ia dari jati diri batinnya. Aneh.

Ia puaskan dirinya untuk berbisnis mencari uang dan uang, dan semakin banyak uang terkumpul, semakin sulit pula identitas batin bersua dengannya.

*Oh batin, dimanakah identitasmu?*

Lelah batinnya, karena fisik terus mencari ke luar, sehingga semakin terseraklah sang batin.

Nonton Film, dengerin lagu dan musik, lihat televisi, baca buku-buku inspirasi, koran, tabloid, majalah, ikut kelas motivasi, nonton wayang, travelling, gonta-ganti pasangan, ikutan komunitas, bisnis, pengajian ke mana-mana, games, WA-an, FB-an, IG-an, Youtuban, tiduran, semedi, dan lain sebagainya… Dan identitasnya pun semakin tak jelas walaupun pikirannya sering mereka-reka…

*Siapa aku? Dari mana aku? Untuk apa aku hidup? Mau kemana aku? Kenapa aku ini ada?*

Kalaulah itu semua sudah terjawab lalu “kenapa aku masih mudah gelisah, mudah khawatir, dan mudah tersinggung?”

Kenapa aku ini ada? Inilah pertanyaan dasar yang harus aku temukan jawabannya. Kalau aku tak mampu menjawab pertanyaan ini maka kegundahan selalu bersamaku.

Tak mungkin aku ini ada karena kebetulan atau ketidaksengajaan. Sebab kalau aku ini ada dikarenakan kebetulan maka dunia ini adalah hasil kumpulan kebetulan. Dan itu _gak betul_.

Bila dunia adalah kumpulan kebetulan, niscaya terjadi ketidakseimbangan yang besar. Niscaya sejak dahulu dunia sudah hancur.

Artinya, aku ada karena sudah direncanakan, _by design, not by accident_. Ada yang merencanakan agar aku ada di dunia ini. Ada yang mengadakanku, ada yang menciptakanku.

Aku pun mulai sadar, bahwa gundah hadir karena aku menjauh dari rencana yang mengadakanku, Sang Penciptaku. Karena aku adalah CIPTAAN, dan bukan PENCIPTA. Namun aku terlanjur sering merasa eksis karena hasil karyaku, “ciptaanku”, semu…

Aku mulai agak sadar, lumayan rada tenang, tugasku kini jalani saja hidup ini sesuai kehendak Pencipta dan Pengaturku. Kalau aku keluar dari kehendak-Nya, pasti galaulah aku, binasalah aku.

Tapi… Mau KEMANA aku? Ah, mana ku tahu pastinya, yang ku tahu “sekarang” aku masih di “sini”.

Apa maksud di “sini”? Apakah ada yang bernama di “sana”? Bukankah setelah aku bergerak ke sana, ternyata di “sana” pun menjadi di “sini”. Berarti hakikatnya “di sana” ya “di sini”. Padahal “sini” menjadi eksis karena hadirnya “sana”.

Lha, kalau “sana” ternyata “sini”, berarati “sana” itu gak ada dong. Kalau “sana” gak ada, berarti untuk apa ada “sini”? Jangan-jangan “sini” pun gak ada…. tuinnggg… teuing….

*Oh dimana identitasku? Dimanaaa….?*

Lalu, apa itu “sekarang”? Yang jelas yang bukan “sekarang” adalah “dahulu” dan “nanti”. Tapi, “Dahulu” hanyalah “sekarang di waktu lalu”. Dan “Nanti” adalah “sekarang di waktu yang akan datang”. Jadi yang ada hanya Sekarang, Sekarang, dan Sekarang…

Lalu kapan sesungguhnya WAKTU terjadinya “sekarang” itu? Berapa lama “sekarang” itu? 1 detik, sepersepuluh detik, seperseratus detik, atau sepertakhingga detik?

*Hai “sekarang”, ayo ngaku aja deh, dimana kamu berada? Dimanaaaaa…?*

Cling!!! Kalau sekarang subuh maka nanti adalah zuhur. Tapi d

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *