- Artikel JLEBB

DZIKRUL NAPAS & DZIKRUL MAUT – SENI MENIK-MATI MATI

“Setiap Jiwa (Nafs) akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S. Ali-Imron [3] : 185)

Dzikrul Maut artinya Mengingat Mati, dan Dzikrul Napas artinya Mengingat Napas atau prakteknya “Menga-mati Napas”. Dzikrul Maut dan Dzikrul Napas adalah jalan indah yang bisa digunakan untuk Mengingat Alllah (Dzikrul Allah) dengan cara membngun keyakinan bahwa kita sedang Dia-mati oleh Allah (Ihsan).

Ternyata dalam proses bernapas, yang paling nikmat adalah di saat “menghembuskan napas”, maka “Dizkrul Menghembuskan Napas” adalah cara yang jitu untuk lebih Dzikrullah. Dan ternyata “Dzikrul Menghembuskan Napas Terakhir” atau “Dzikrul Maut” adalah cara menuju ketiadaan sehingga kesadaran yang ada hanyalah tentang Yang Maha Ada.

Dzikrul Maut bukan sekedar mengingat kematian, tapi Dzikrul Maut adalah lahirnya kesadaran bahwa benda-benda, fisik kita, panca indera kita, pikiran dan perasaan kita, keyakinan dan keimanan kita, sedang diamati dan diawasi oleh kematian, sedang dinanti oleh ketiadaan. Ya, kematian adalah ketiadaan. Kematian bukanlah objek bagi napas kita, tapi kematian adalah subjeknya, justru “benda-benda, fisik kita, panca indera kita, pikiran, perasaan, keyakinan dan keimanan kita” adalah obyeknya. Bukan sekedar Anda yang mengingat kematian, tapi kematianlah yang selalu mengingat Anda. Ayolah, segera saling mengingat.

Dzikrul maut terjadi manakala Anda sudah siap mati, dan menerima bahwa Anda bisa mati kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kehendak Allah. Selama Anda masih menolak kematian, maka Anda akan hidup dipenuhi kegelisahan. Dzikrul maut adalah cara yang parktis dilakukan untuk menjadi tenang dan tiada, dan dengan menjadi tiada maka Anda akan lebih mudah diarahkan-Nya, dihidayahi-Nya, dan digerakkan-Nya menuju keberADAan-NYA.

Inti dari Dzikrul Maut adalah Menghembuskan Napas Terakhir, alias Melepaskan Nyawa. Nah untuk memeroleh kenikmatan dalam proses melepaskan nyawa kelak, yakni kematian yang tenang husnul khotimah, maka selagi kita masih hidup lakukanlah terus latihan “melepaskan berbagai hal yang kita cintai”.

Yup, sebelum kita sampai ke puncak penglepasan, yaitu melepaskan yang sangat kita cintai yang kita sebut sebagai “nyawa” kita, maka kita perlu berproses bertahap melakukan “latihan-latihan melepaskan” selagi kita masih hidup. Dalam proses bernapas, maka proses “menahan” yang terlalu lama adalah penyiksaan, alias penderitaan. Dengan melepaskan berbagai beban hidup Anda, maka dada Anda pun semakin lapang, hati semakin tenang, sehingga peluang mendapatkan kematian husnul khotimah semakin besar.

Berikut ini adalah beberapa contoh latihan melepaskan : Sedekah, Memaafkan, Mengambil hikmah dari setiap Kegagalan, Mencintai, Sholat, beriktihar sambil berserah diri kepada Allah. Sudahkah?

Salam Jlebb Inti Karakter

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *