- Motivasi

HamPA : Hampir Putus Asa

Izinkan kami menghibur siapapun yang hari ini sedang merasa hampa

Jika Anda hampir putus asa menghadapi berbagai masalah Anda, maka ketahuilah bahwa masalah terberat itu adalah tatkala menghadapi diri sendiri. Jika Anda menjadi bagian dari masalah, maka Anda sedang bertarung dengan diri Anda sendiri, siapa pun pemenangnya, maka akan membuat Anda menderita.

Itu sebabnya buatlah jarak dengan masalah Anda, tapi jangan terlalu jauh, dan jangan pula terlalu dekat, secukupnya saja. Kalau terlalu jauh, maka Anda akan kesulitan memahami masalah Anda sebab masalah Anda menjadi kurang jelas atau bahkan tidak tampak, tapi kalau terlalu dekat maka Anda akan parsial melihat masalah Anda, banyak bagian masalah yang sulit terlihat. Anda hanya melihat apa yang terlihat, tidak holistik.

Ketahuilah bahwa Putus Asa terjadi ketika kita melekat dengan masalah kita, semakin kuat melekatnya maka semakin berat masalah yang terasa. Sehinga terjadilah kesimpulan “masalah saya adalah saya” dan “saya adalah masalah”: melekat, terlibat, terikat, menjerat.

🌏 Sekarang coba perhatikan…

Kalau Anda di jalan raya sedang mengalami kemacetan, mungkin Anda merasa kesal. Tapi kalau Anda berada di atas gedung yang tinggi, lalu melihat kemacetan yang terjadi di bawah, maka mungkin Anda merasa terhibur melihat peristiwa macet yang ada. Kenapa demikian?

Karena Anda berjarak dengan peristiwa kemacetan tersebut. Nah, kalau kita punya masalah, maka buatlah jarak, jarak antara kita dan masalah kita. Katakanlah “saya adalah saya” “masalah adalah masalah”, lalu yakini “saya bukan bagian dari masalah” dan yakinilah “saya bisa melihat masalah saya dengan jelas, berjarak tapi tak menjauh kabur dari kenyataan, dekat tapi tak terlibat melekat, saya bisa mengamati dan memahami masalah saya” lalu katakanlah “masalah saya bukanlah saya, masalah saya adalah hiburan untuk saya”, dan barulah Anda lebih mudah menyelesaikan masalah Anda dengan hati yang terhibur.

🗣 Perpanjanglah jarak dengan masalah, lalu perpendeklah jarak dengan Allah, masuklah ke dalam liputan-Nya secara sadar. Amatilah masalah Anda, dan amatilah bahwa diri Anda sedang diamati-Nya. Iqrolah, bacalah, amatilah, pahamilah!

Berikutnya coba bayangkan hal berikut ini, misalkan di saat 5 tahun ke depan kehidupan Anda sedang dalam keadaan kaya jiwa dan kaya harta, lalu Anda menengok peristiwa Anda hari ini, maka mungkin sekali Anda akan terhibur dengan mengatakan “Dulu ya, 5 tahun yang lalu, saya pernah sebulan lebih berada di rumah gara-gara Corona, sebuah pengalaman dahsyat yang tak terlupakan”.

Artinya, bencana yang kita alami beberapa tahun yang lalu, bisa jadi sebuah hiburan di saat ini. Rasa malu yang kita alami di saat berbuat salah di masa lalu, bisa jadi menjadi sebuah komedi yang menghibur kalau kita putar kembali di hari ini. Kenapa demikian? Ya, karena ada “jarak waktu” di sana.

Ya, persoalan tentang “Jarak” adalah hal yang sangat penting kita pahami di era pandemik ini. Itu sebabnya kita disuruh oleh Pemerintah dan Ulama untuk selalu “menjaga jarak”, bukan sekedar menjaga jarak dengan sesama untuk menghalau penyebaran Corona, tapi yang terpenting adalah menjaga jarak dengan berbagai peristiwa yang ada. Jadilah pengamat yang baik, Iqrolah, amatilah, sampai Anda paham dan lahir kesadaran, sehingga Anda tetap stabil walau sedang dirundung duka atau direndang suka.

Salam

Nunu Zainul Fuad

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *