- Motivasi

Hati-hati dengan ilmu yang Anda pelajari

(Maa syaa Allaah Seruuu plus Audio Video link Youtube)

Saya bukan nakut-nakuti loh, apalagi ngabibita Anda untuk belajar atau tidak belajar sebuah ilmu tertentu…

Secara hakikat, maka Ilmu itu hadir bersama Amal, kadang ilmu dulu baru jadi amal, kadang amal dulu baru jadi ilmu. Keduanya akan saling mencari, saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling melengkapi sehingga semakin patenlah karakter ilmu yang ditanam di jiwa Anda.

Misal, jika Anda belajar ilmu tentang bagaimana menyelesaikan masalah, dan kebetulan saat itu Anda sedang banyak masalah, maka akan terasa sekali manfaat dari ilmu yang sedang Anda pelajari tersebut. Bisa langsung praktek, MAKJLEBB.

Namun jika Anda sedang tidak begitu banyak masalah, lalu Anda belajar ilmu tentang bagaimana cara menangani masalah, maka tak perlu heran jika Anda justru menjadi banyak masalah. Kenapa demikian? Sebab ilmu yang sudah Anda pelajari tersebut membutuhkan aktualisasi, butuh praktek.

Ilmu yang Anda pelajari itu memiliki hak. Ia akan menuntut Anda. Dan memang Setiap makhluk pasti punya hak. Haknya ilmu ya diamalkan, dan haknya amal ya diIkhlaskan.

Itu mengapa, terjadilah tarik menarik antara ilmu dan amal. Kadang ilmu yang menarik amal, kadang amal yang menarik ilmu. Bukankah penguat ilmu itu adalah amal, dan penguat amal itu adalah ilmu?

Misal lagi…. Tadinya Anda tidak pernah kemasukan atau kerasukan jin, orang-orang dekat di sekitar Anda pun tidak pernah kerasukan jin, lalu Anda belajar ilmu tentang ruqyah baik yang syar’i atau yang ngaku-ngaku syar’i, maka tak perlu heran setelah Anda belajar ilmu tentang ruqyah ternyata Anda sering kedapatan orang-orang yang perlu Anda ruqyah, bahkan bisa jadi anak Anda atau pasangan Anda yang tadinya normal-normal saja, tiba-tiba menjadi kerasukan jin “demi” teraktualisasinya ilmu ruqyah yang sudah Anda pelajari tersebut.

Terlebih lagi kalau niat Anda belajar ruqyah adalah untuk melawan atau mengusir jin yang tak tahu diri, ya wajar saja bila banyak jin yang kesinggung berat dan mulai balik menantang Anda. Seolah-olah jin tersebut berkata : “Coba nih ruqyah anakmu yang sedang aku rasukin, ayoo, bisa gak?”

Misalkan berikutnya, jika Anda belajar ilmu Motivasi dan Percaya Diri maka tak perlu heran bila Anda akan bertemu banyak kesulitan yang berfungsi untuk mengasah Kepercayaan Diri Anda, dan untuk membuktikan bahwa motivasi itu penting dalam menangani masalah.

Apalagi jika Anda kini berprofesi sebagai seorang motivator, wow…. atau seorang terapis, wow,,,,, atau seorang healer, wow..,, atau seorang trainer, wow… atau seorang coach, wow…. tentu saja wajar bila “ujian” Anda akan lebih berat atau berada “di atas” rata-rata kesulitan dari audien Anda…

Contoh yang lain, jika Anda belajar ilmu kesehatan atau healing maka tak perlu heran jika Anda akan sering bertemu dengan orang-orang sakit yang perlu Anda bantu, bahkan mungkin diri Anda sendiri yang sakit.

Namun kadang di antara kita tak siap melakukan terapi bila yang sakit itu adalah diri kita sendiri atau orang-orang dekat yang kita sayangi. Walaupun punya ilmu seabrek tentang healing, pas dirinya atau orang dekatnya sakit ternyata tetep weh silaturrahimnya ke dokter, klinik kesehatan, atau ke rumah sakit.

Apa makna ini semua?

Semakin Anda yakin atas kekuatan ilmu yang Anda pelajari, maka semakin besar ujiannya.

So bersiap-siaplah menghadapi atas ujian ilmu tersebut. Sampai kapan? wallahu a’lam, mungkin saja sampai Anda sadar diri bahwa ilmu itu hanya menjadi kuat bila diizinkan oleh Allah.

Dengan demikian, biar lebih aman dan nyaman, maka niat belajar ilmu itu bukan untuk menghebatkan atau membesarkan diri, tapi justru untuk membesarkan Allah, yakni untuk membuat kita semakin yakin bahwa Allah adalah yang paling hebat.

Ingat ya, wahai diriku dan dirimu, Janganlah kita belajar ilmu hanya untuk membesarkan diri, apalagi untuk menjadikan diri ini merasa paling hebat. Hii pokoknya jangan deh. Seremm…

Na’udzubillaahi min dzaalik…

Wallaahu a’lam

Salam Jlebb

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *