Hikmah BAB Yang Terlupakan..

HikmahBab

Warning : Jangan Dibaca, kecuali bagi yang siap menerima inspirasi yang jlebb maknyuss.

Saudaraku…

Ketika Anda bertekad kuat di pagi hari melakukan aktivitas mengejan, lalu berbisik lirih sepenuh hati “kali ini harus lebih baik dari pencapaian sebelumnya”, lalu Anda pun berjuang keras, wajah memerah, otot menegang… Dan dari luar toilet anak-anak Anda pun memberikan motivasi cetar “Abii… Cepetan dong… Dede mau mandi nih… Bentar lagi mau berangkat sekolah…”. Serta bahkan lantunan lagu The Massive “Jangan Menyerah”¬† terdengar samar dari rumah tetangga turut mensupport Anda…

Tapi…ternyata… Gagal… Anda hanya menghasilkan lemas tak berdaya… Tanda-tanda wasir bahkan mulai muncul… Tiada hasil apapun kecuali sehelai kertas yang mulai kusut karena remasan tangan Anda… Yang tertulis puisi indah di atas kertas tersebut “Penantian yang tiada berakhir…. ”

Padahal SEMUA sudah Anda lakukan…tapi masih belum berhasil… Apa yang salah? Apa yang kurang?

Perisiapan sudah…
Serat cukup..
Olahraga teratur…
Tekad apalagi kuat banget…
Tujuan jelas…
Usaha total…
Pasrah sudah…
Harapan kuat…
Niat tulus…
Motivasi dari sesama sudah…
Sarana dan Prasarana lengkap…

Kenapa masih belum berhasil.. ?

Kenapaaa yaa?

Karena Anda belum mendapatkan KESULITAN yang bernama MULES. Kesulitan adalah titipan dari Allah untuk kita sebagai pemicu hadirnya berbagai solusi dan kemudahan.

Saudaraku, artinya kita butuh kesulitan dari Allah agar kita semakin mudah menjalani kehidupan ini, bertemu dengan berbagai solusi.

“Maka Sungguh bersama Kesulitan pasti ada Kemudahan. Sungguh benar bahwa bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan”. (Q.S. Al Insyirah : 5-6)

Jadi, marilah kita ingat selalu bahwa metode cepat mencapai impian/tujuan itu bernama KYAI : Kesulitan Yang Aku Ikhlaskan.

Salam

NB :

HP/WA/CP Manajemen Jlebb untuk mengundang Kang Zain dan team Jlebb di : 0856 9393 7717 atau langsung ke KZ di 0813 1458 7468

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*