Hilangnya-Keberkahan-Ilmu,-Kok-bisa
- Motivasi

Hilangnya Keberkahan Ilmu, Kok bisa? Berikut Penjelasanya

Hilangnya Keberkahan Ilmu,
Kok bisa?

Ilmu adalah Harta yang tak terlihat. Sebagaimana Harta maka ilmu pun bisa berpindah atau mengalir dari satu orang ke orang lainnya.

Harta dan Ilmu ketika dibagikan dengan tepat maka tidak akan berkurang, bahkan keberkahannya akan semakin berlipat ganda.

Harta dan Ilmu pada hakikatnya milik Allah, tapi tidaklah baik bila kita mencuri Harta yang Allah titipkan ke orang lain.

Mencuri harta itu tidak legal, sedangkan mencuri ilmu itu lebih tepat bila dikatakan tidak etis. Yang mana, intinya ilmu dan harta hasil curian seringkali hanya akan menghasilkan ketidakberkahan.

Contoh, Anda menyebarkan broadcast tapi sengaja Anda hapus atau tidak Anda cantumkan nama penulis artikelnya agar diaggap seolah-olah itu adalah tulisan Anda.

Keberkahan sebuah ilmu bisa berkurang bahkan hilang bila si pemberi ilmu merasa tersinggung dengan perilaku penyebar broadcast tersebut. Kebekahan bisa tersumbat.

Keberkahan ilmu pun bisa berkurang bila si penerima ilmu berlaku tak santun dan tak hormat kepada si pemberi ilmu. Sepintar apapun otak murid tapi bila ia tak mampu menghargai gurunya maka hilanglah keberkahan dalam kepintarannya teraebut. Namun jangan pula menghargai guru Anda berlebihan sehingga Anda taklid buta kepadanya. Menuhankannya secara tak sadar.

Keberkahan ilmu pun akan berkurang bahkan hilang bila tujuan mencari ilmu hanyalah agar dapat nilai bagus sehingga bisa dipamerkan dan dibanggakan kepada sesama.

Keberkahan ilmu pun bisa hilang bila sang guru mengajarkan ilmunya hanya semata-mata untuk mendapatkan Kesenangan duniawi, seperti : ingin terkenal, ingin masuk tv, ingin banyak duit, ingin dihargai dan dihormati oleh murid-muridnya yang banyak.

Itulah mengapa beberapa sekolah mahal kesulitan mendidik siswa siswi nya karena banyaknya murid yang sudah jadi raja bagi gurunya. Murid adalah Customer atau pelanggan, sedangkan Pelanggan adalah raja. Hmm Pendidikan seperti ini hanyalah sekedar bisnis tanpa ruh, padahal bisnis saja masih menggunakan ruh-Nya supaya bisnis semakin diberkahi-Nya.

Dengan demikian, jika Anda seorang murid atau sang penerima ilmu, maka hindarilah berdebat dengan guru Anda, hargailah guru Anda, do’akanlah guru Anda, mintalah do’a kepada guru Anda, cintailah ilmu yang benar yang telah disampaikannya, dan cintailah karena Allah guru Anda yang telah mentansfer berbagai ilmu kepada Anda.

Namun jika Anda berbagi ilmu maka serahkanlah seutuhnya pergerakan ilmu tersebut kepada Allah, dan do’akanlah para penyebar dan pengamal ilmu dari jalur Anda tersebut agar mereka berubah menjadi lebih baik dengan washilah ilmu dari Anda.

Itu sebabnya bila ilmu Anda disebarkan oleh orang lain tapi tidak mencantumkan nama Anda atau bahkan mengganti nama Anda dengan namanya sekalipun, atau bila Anda sebagai guru tidak dihargai oleh murid-murid Anda, maka janganlah Anda marah atau tersinggung, sebab jika Anda rela, memaafkan, dan berserah pada Allah, justru orang-orang seperti itulah yang telah membantu Anda melipatgandakan keberkahan ilmu tersebut atas izin Allah, so bersyukurlah. Jangan sampai ilmu tersumbat keberkahannya justru karena ego Anda sebagai sang penyebar ilmu.

Semoga semua ilmu yang kita dapatkan dan kita bagikan selalu dalam keadaan berkah yang dirahmati Allah. Aamiin

Salam

Kang Zain

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

3 thoughts on “Hilangnya Keberkahan Ilmu, Kok bisa? Berikut Penjelasanya

  1. Ilmu itu cahaya. Dan cahaya Allooh tidak akan sampai kepada mereka yang bermaksiat. Oleh karena itu, baik pencari ilmu atau penyampai ilmu, harus sama-sama memurnikan niatnya, untuk taat dan mengagungkan Pemberi Ilmu, sehingga ilmu itu menjadi berkah. Walloohu A’lam.

    Nuhun, Kang. Salam….

  2. Assalamu’alaikum..

    Alhamdulillah Kang Zain atas ilmu , hikmah dan pencerahannya…. setuju banget dengan artikel kang Zain ini…

    Karena sehebat apapun ilmu seseorang, sedalam apapun pemahaman seseorang akan ilmu yg dimilikinya, tidak lah lebih banyak dari tetesan air di jarinya ketika dicelup kan kedalam lautan dibanding ilmu Allah…

    Bukan kah ilmu datang nya dari Allah ya kang… Bukan kah ketika seseorag menyampaikan ilmu maka Allah akan mengganti dengan ilmu yg baru yg belum dimiliki oleh yg lain nya, kang..???, maafkan kalau ini salah ya kang…

    Lalu adakah seseorang mengaku bahwa ilmu itu miliknya pribadi…. Adakah seorang Guru besar sekalipun mengaku itu miliknya pribadi,, bukan kah ia juga berguru kepada guru dari gurunya…

    DAN BISA JADI ALLAH MENIUPKAN PEMAHAMAN ILMU ITU SAMA PERSIS DENGAN ILMU YANG DIMILIKINYA…..

    Setuju sekali kalau Ilmu itu dinilai dari keberkahan nya kang Zain…..
    Dan ketika khusnudzon kepada orang yg meng copy paste …karena SEOLAH2 OLAH ARTIKEL ITU MILIKNYA, mudah2 an Kang Zain diberi Allah ilmu yang lain, dan keberkahan ilmu Kang Zain terus mengalir ke setiap hati yang membacanya… ( jd ladang amal lah kang.. )

    Dan kaena keikhlasan kang Zain… semoga yg meng copy paste juga mendapat hidayah dan Allah berikan ilmu, hikmah dan pemahaman,lainnya agar dapat juga mereka berbagi ilmu dan hikmah…

    Kalau gitu saya juga mau meng COPAS ah kang Zain..heee..heeee..hee …

    Salam Kang Zain ( punten WA error jadi langsung ke sumber nya di Jlebb.com ) izin COPAS…

    Wassalamu’alaikum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *