- Artikel JLEBB

IMPIAN, DO’A, dan KAPASITAS DIRI

Ketika ada sebuah botol berkapasitas 600 ml memiliki impian dikaruniai air sebanyak 1 liter, lalu botol tersebut dengan yakin berdo’a kepada Allah “Ya Allah, berikanlah air putih kepadaku sebanyak 1 liter, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Tentu saja, apabila Allah mengabulkan do’a si botol tersebut maka yang 400 ml tidak akan tertampung, menjadi tersia-siakan alias mubazir. Eh dasar botol tak tahu diri, ketika do’anya tak kunjung dikabulkan oleh Allah, malahan protes kepada Allah, “Ya Allah, sampai kapan aku harus bersabar menunggu terkabulnya do’aku ini, bukankah Engkau berjanji bahwa setiap do’a pasti dikabulkan? Sampai kapan aku harus bersabar? Sampai kapaaan..?”

Sebenarnya sangatlah tak layak botol tersebut protes kepada Tuhannya. Harusnya botol tersebut introspeksi diri, mengapa do’anya belum juga dikabulkan. Ketika ia introspeksi tentunya ia akan segera menyadari bahwa ternyata yang bermasalah bukanlah Tuhannya melainkan dirinya sendiri yang belum berubah memantaskan diri.

Harusnya dirinya segera berubah dan bertumbuh menjadi botol yang berkapasitas 1 liter sehingga menjadi pantaslah do’anya untuk dikabulkan.

Tak layaklah ia protes kepada Tuhannya “sampai kapan aku harus bersabar?”, karena sesungguhnya justru Allah lah yang tengah bersabar menunggu proses perubahan dirinya yang sangat lama, berproses dari botol berkapasitas 600 ml menjadi botol yang berkapasitas 1 liter.

Yakinlah bahwa Allah begitu ingin mengabulkan do’a hamba-hamba-Nya, tapi ketika kapasitas atau daya tampung sang hamba tak memadai maka ketika dikabulkan yang ada hanyalah kezaliman. Padahal Allah tak pernah berbuat zalim keapda hamba-hamba-Nya.

Orang tua yang baik tidak akan memberi uang saku kepada anaknya yang masih SD sebesar 1 juta per hari, karena itu bisa merusak lahir dan batin anaknya yang masih SD. Hal itu merupakan kezaliman. Allah jauh lebih baik daripada orang tua manapun, semua ada ukurannya yang pantas, tidak berkekurangan dan juga tidak berkelebihan.

Nah Kapasitas Diri yang semakin lapang inilah yang menjadi tanda bahwa Anda semakin layak menerima berbagai anugerah energi positif yang bisa dikelola untuk mewujudkan berbagai impian Anda. Semakin lapang dada Anda, maka semakin cepat do’a Anda dikabulkan, semakin dekat impian Anda terwujud.

…”Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Al-A’raf : 128)

Salam

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *