- Artikel JLEBB

Jangan ukur seseorang dari kebodohannya

Jika tidak siap berbeda pendapat maka janganlah menjalin pertemanan yang akrab. Karena seringkali permusuhan menjadi semakin parah ketika sebelumnya berteman dekat.

Jika tidak siap berbeda pendapat, maka untuk apa hidup di dunia yang memang seperti ini, dan hanya orang-orang matilah yang tak lagi bisa berpendapat.

Jika tidak siap berbeda pendapat, maka janganlah hidup berjama’ah, tapi hiduplah sendirian dan tak usah kemana-mana.

Perbedaan pendapat itu bagian dari kehendak-Nya, ilmu kita ini sangat sedikit maka tak kan mungkin kita mampu menjangkau kebenaran yang sebenar-benarnya kecuali hanya beberapa petunjuk inti dari-Nya…

Orang tua kita berbeda…
Kita pun lahir dan hidup di lingkungan yang berbeda..
Buku-buku yang kita baca pun beda…
Orang-orang yang kita temui tak semuanya sama, kebanyakan malah berbeda…
Guru-guru kita pun tak sama..
Sekolah kita berbeda..
Komunitas kita tak semuanya sama…

Kalau memang sudah dari awal kita memang banyak bedanya, lalu kenapa kita harus memaksakan pendapat orang lain harus sama dengan pendapat kita?

Dan kenapa pula kita harus jengkel dengan “kebodohan” orang lain?

Kata “kebodohan” sengaja saya kasih tanda kutip dua, karena kita seringkali menganggap orang lain yang beda pendapat dengan kita itu bodoh, padahal mereka pun menganggap kita bodoh karena kita berbeda pendapat dengan mereka.

Inilah bukti bahwa sebenarnya kita ini memang masih dan akan selalu bodoh, sebab yang kita ketahui dan alami hanya sedikit sekali.

Obati kebodohan kita dengan cara terus merendah, berserah diri, ta’at, tawakkal, dan berbaik-sangka kepada Allah, sehingga kebodohan kita ini berkenan dipintarkan oleh Allah lalu menjadi manfaat untuk banyak makhluk.

Jangan ukur seseorang dari kebodohannya, karena bodoh itu sangat relatif, orang bodoh kok mengukur orang bodoh, tapi ukurlah diri kita dan orang lain dari kebermanfaatannya untuk orang-orang di sekitar kita.

Bukankah Nabi pernah bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat untuk manusia lainnya?

Salam Jlebb

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *