- Public Training

K3 dan Virus Corona

K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja semakin menjadi perhatian di dunia kerja di Indonesia saat ini. Sadar K3 sudah semakin booming, sehingga banyak perusahaan di Indonesia sudah mulai mengaktifkan K3 agar keselamatan dan kesehatan para pekerja semakin terjaga, dan sudah sangat banyak pula Kampus yang membuka jurusan atau prodi mengenai K3.

Sebelumnya, mayoritas perusahaan yang ada banyak bermain di wilayah pemulihan manakala terjadi kecelakaan kerja. Sedangkan K3 mengajak setiap perusahaan untuk bermain di wilayah pencegahan. Dahulukan preventif, edukatif, dan promotif dibandingkan sibuk melakukan Kuratif dan Korektif.

Tindakan pencegahan lebih penting dibandingkan tindakan pemulihan atau pengobatan. Walaupun pada awalnya ada resiko waktu dan biaya yang ditanggung. Gak masalah , itulah konsep yang cerdas… Bukankah setelah kesulitan maka akan banyak kemudahan?

Lalu apakah hubungannya K3 dan Virus Corona?

Dengan hadirnya virus Corona di Indonesia, maka banyak sekali Masker yang diborong sehingga banyak juga orang-orang yang tidak kebagian. Satu sisi, terlihat sekali bahwa semangat pencegahan yang begitu dahsyat. Walaupun sebenarnya hanya sekitar 3 sampai 4 persen saja yang meninggal manakala sudah terjangkit virus Corona, tapi semangat pencegahan para manusia begitu luar biasa sampai terkesan lupa diri bahwa banyak manusia lainnya yang juga memerlukan masker.

Terbukti, ternyata Virus corona sangat berbahaya, tapi virus egois manusia jauh lebih membahayakan.

Rasa takut telah membuat manusia memiliki kesadaran pencegahan yang tinggi. Itu mengapa ada Neraka dan Syurga dalam setiap agama, yakni supaya manusia memiliki rasa takut. Supaya semangat pencegahan itu muncul. Tercegah dari kecelakaan akhirat, yakni masuk neraka.

Namun, manakala manusia bergerak hanya berdasarkan rasa takut maka akan terjadi keegoisan. Itu sebabnya agama pun mengajarkan tentang cinta dan keikhlasan. Bahkan Cinta dan Keikhlasan adalah inti dalam beragama.

Kasus Corona bisa jadi hanyalah filter dari Allah untuk melihat gejala di jiwa kita saat ini, apakah kita ini termasuk manusia egois yang layak masuk neraka, ataukah kita sudah Allah titipkan rasa cinta dan keikhlasan sehingga dilayakkan oleh Allah untuk masuk Syurga?

Rasa “takut Celaka dan Ingin Selamat” akan membuat kita serius untuk melakukan tindakan pencegahan. Namun bila tindakan pencegahan itu dilakukan dengan mengenyampingkan unsur-unsur kemanusiaan alias egois maka egoisme kita itulah yang justru akan mengundang kecelakaan dan menjauhkan diri dari keselamatan.

Semoga Allah hadirkan rasa “takut Celaka dan Ingin Selamat” yang benar ke dalam jiwa kita sehingga kita menjadi manusia yang pandai menikmati perilaku memanusiakan para manusia lainnya yang ada di sekitar kita. Aamiin.

Wallahu a’lam

KZ

www.jlebb.com

Nb: ikuti Seminar Satu Hari K3 , dengan Tema Holistic Safety Leadership Coaching in syaa Allaah :

1. Jakarta, 31 Maret 2020, HTM 500K, early bird 350 K

2. Banjarbaru, 16 April 2020, HTM 500 K, early bird 350 K

Untuk pendaftaran dan Info lengkap silakan hubungi Manajemen JLEBB : WA 085693937717

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *