- Artikel JLEBB

“KEHILANGAN” itu JALAN Tol menuju “KEABADIAN”

Hanya ALLAH yang abadi. “Segalanya akan BINASA (Hilang), kecuali wajah-Nya” (Q.S. 28 : 88).

Binasa atau Hilang adalah keniscayaan bagi ciptaan-Nya. Entah apa maksud Allah membinasakan apa yang Dia telah Ciptakan. Tapi saya yakin maksud-Nya pastilah Indah.

Ayat tersebut secara langsung telah menonjok neokortek dan sistem limbik saya, seolah-olah ALLAH berbicara langsung kepada saya “Hai Zain, kalau kamu mau berjumpa dengan Aku maka jangan takut dengan kebinasaan, jangan takut dengan kehilangan.”

Bahkan Nabi Muhammad s.a.w. pun mengalami kehilangan yang sangat tidak mudah di saat tahun 11 kenabian beliau sebelum terjadinya peristiwa agung : Isra’ Mi’raj, yaitu “kehilangan” :

  1. Harta, dimana saat itu umat Islam di Boikot atau di Embargo oleh kaum Kafir Quraisy.
  2. Tahta, dimana paman beliau yang sangat berpengaruh juga meninggal dunia
  3. Cinta, dimana istri beliau meninggal dunia..

“Kehilangan” yang luar biasa, sedih yang sangat pedih, namun beliau tetap tabah.

Lalu, Allah pun menghibur hamba-Nya yang tengah berduka, yaitu diajak Travelling di malam hari (Isra’) menggunakan Buroq (Si Kilat) dari Masjidil Haram (Masjid Terlarang) ke Masjidil Aqsha (Masjid Terjauh) yang jaraknya sekitar 1233 KM, lalu ia pun diperjalankan oleh Allah menaiki Tangga-tangga langit (Mi’raj) ke atas langit ke tujuh, Sidratul Muntaha (Pohon Bidara yang terletak paling ujung/akhir) untuk Berjumpa dan berdialog langsung dengan Allah, tanpa lagi perantara Malaikat Jibril seperti biasanya.

Lalu “hilanglah” duka Sang Nabi ketika Tuhannya Yang Rohmaanurrahiim menyambut dan menyapanya langsung dengan penuh cinta.

Semua kehilangan yang dirasakan oleh beliau pun menjadi hilang sirna sebab Allah gantikan dengan kenikmatan yang jauh tiada tara, yaitu perjumpaan dengan-Nya.

Bukankah kita pernah mengalami, bahwa segala sesuatu terasa lenyap, tiada, hilang, dan binasa jika wanita atau pria yang sangat kita cintai dan rindukan ternyata hadir tersenyum di hadapan kita?

Subhaanallaah, hanya orang-orang yang siap dan ridho ketika “kehilangan dunia” yang akan dipertemukan dengan Keabadian Wajah Sang Pemilik Dunia.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.

Dan pulang dari jalan-jalan, beliau pun dibawakan oleh-oleh spesial dari Allah untuk seluruh kaum muslimin, yakni obat segala penyakit jiwa, yaitu Ibadah Sholat 5 Waktu.

Salam Jlebb Travelling

Kang Zain

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *