- Inspirasi

Kenapa Rumah Tangga terdiri dari kata Rumah dan Tangga?

Rumah menggambarkan bahwa yang berumah tangga haruslah hidup serumah bahkan tidur pun sebaiknya sekamar. Sungguh tidak mudah bila berumah tangga tapi jarang serumah, atau jarang sekamar. Semakin jelas kehalalan asal usul rumahnya maka semakin berkah rumahnya. Maka tak heran bila ada pepatah mengatakan “Rumahku Syurgaku”.

Dan Tangga adalah cerminan dari Jalan Yang Mendaki yang perlu ditempuh dengan kesabaran tingkat tinggi. Semakin dekat ke puncak, maka semakin lelah, kecuali bagi orang-orang Lillaah, maka akan jarang lelah dalam berumah tangga.

Dengan itu saya yakin, sampai kapan pun istilah Rumah Tangga tidak akan berubah menjadi Rumah Eskalator atau Rumah Lift. Namun kini, sebagian orang berumah tangga hanya ingin Syurga dunia saja, tapi enggan merasakan perjuangan manapakai tangga kehidupan.

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Dibalik repotnya berumah tangga pasti akan banyak sekali kenikmatan yang dirasakan yang mana kenikmatan ini tak kan dirasakan oleh para Jomblowers.

Itu sebabnya bersabarlah apabila ada kemelut dalam bahtera rumah tangga Anda, TEMPA diri Anda agar menjadikan setiap momentum kesulitan yang hadir sebagai pendewasaan dan pensucian jiwa. Jangan menyerah dan putus asa. Semakin besar kesulitan yang Anda ikhlaskan, maka semakin besar kenikmatan yang akan Anda terima.

Nah, bagaimana bila terjadi kesulitan dan kemelut yang besar di dalam rumah tangga?

Misalkan ada orang ketiga yang coba masuk menggoda pasangan Anda, atau sering terjadi miskomunikasi dengan pasangan sebab sumur cinta sudah semakin kering, atau ternyata pasangan Anda sering mencurigai Anda dlsb, maka aktifkan sabar tingkat tinggi dengan konsep TEMPA.

T : Terima
E : Empati
M : Maafkan
P : Positifkan
A : Aktifkan

Terimalah kekurangan pasangan Anda. Jika Anda sulit menerima kekurangannya, maka tanyakan diri Anda apakah Anda selalu berterima kasih kepada Allah dan pasangan Anda atas kelebihannya.

Janganlah egois, beberapa kekurangannya Anda tolak, tapi banyak kelebihannya Anda lahap tanpa sedikitpun merasa berterima kasih.

Bukan karena sesuatu itu indah, lalu Anda mau menerimanya. Tapi karena Anda mau menerimanya, maka segala sesuatu menjadi lebih indah.

Setelah itu, berempatilah atas kelemahannya. Bantulah pasangan Anda semampu Anda. Bantulah secara proaktif, tidak harus menunggu dimintai bantuan barulah Anda mau membantunya.

Lalu, maafkan semua kesalahannya, jangan mendendam dengan pasangan sendiri. Memaafkan itu melapangkan jiwa, memperbaiki suasana hati dan suasana rezeki. Memaafkan itu bukan untuk kepentingan pasangan Anda, tapi memaafkan itu untuk kesehatan fisik dan batin Anda. Para pembenci sejatinya hanya menyakiti dan menyiksa diri sendiri, apalagi yang dibenci adalah pasangan sendiri. Maafkanlah.

Berikutnya, positifkan keadaan. Pasti ada sisi positif dari setiap peristiwa. Allah itu adil, maka gak mungkin tidak ada hikmah positifnya. Temukanlah! Atau, apakah Anda ragu atas kemampuan Allah untuk berlaku Adil?

Dan terakhir, Aktifkan kembali cinta yang sempat meredup dengan sentuhan lahir batin ibarat pengantin baru. Rayulah pasangan Anda. Kalau Anda sudah mulai bosan dengan bentuk fisiknya, maka rayulah sikap dan perilakunya yang semakin sabar, tulus, dan penuh cinta dalam menjalani bahtera Rumah Tangga. Lakukanlah hubungan biologis dengan rutin dan berkualitas, bukan sekedar bermental tugas. Dan sesekali berliburlah berduaan ke tempat rumah makan favort Anda!

Bagaimana jika pasangan Anda ternyata berpindah keimanan atau memilih Tuhan selain Allah?

Atau bagaimana jika pasangan Anda ternyata berbeda pemahaman tentang Aqidah, misalkan yang satu Sunny dan yang satu Syi’ah?

Atau, bagaimana bila pasangan Anda ternyata sudah enggan dan tak lagi pernah sholat wajib 5 waktu?

Bagaimana bila pasangan Anda ternyata selingkuh lalu berzina dengan orang lain?

Nah jika pasangan Anda telah memilih Tuhan selain dari Allah, telah efektif rajin meninggalkan sholat, atau telah terang-terangan berzina, maka bercerai bisa menjadi solusi yang terbaik.

Cerai itu sejatinya adalah masalah, tapi bisa jadi solusi apabila ternyata keyakinan, visi dan misi hidup sudah tak lagi sama.

Semoga Allah jaga kita dan keluarga kita dari rumah tangga dan perceraian yang bermasalah, dan memasukkan kita dan keluarga kita ke dalam syurga-Nya. Aamiin.

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada saya dan Anda, sehingga kita semua mampu memiliki keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah. Aamiin.

wallaahu a’lam

Kang Zain

www.jlebb.com

Hotnews

Training Offline di Waroeng Ceker BNR Bogor, tema Komunikasi Pasutri and Parenting plus Gathering perumahan syari’ah, sudah termasuk lunch and coffee break hanya 100rb/pasangan, tempat sangat terbatas untuk 50 pendaftar pertama, silakan hubungi 085693937717

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *