Kenapa-yang-pandai-berSYUKUR-belum-tentu-pandai-berSABAR
- Inspirasi

Kenapa yang pandai berSYUKUR belum tentu pandai berSABAR?

Kenapa yang pandai berSYUKUR belum tentu pandai berSABAR?

Pernahkah Anda mendengar statement : “Bersabarlah, sebab segala sesuatu akan indah pada saatnya, kapankah itu? Ya sabar aja”.

Kalimat diatas menyiratkan seolah-olah sabar itu susah, sabar itu tidak indah, dan sabar itu tidak nikmat.

Padahal sudah sering disampaikan di AlQuran bahwa “Allah bersama orang-orang yang sabar”. Lha, bersama Allah itu kan puncaknya kenikmatan, nikmat yang sangat indah. Artinya sabar yang sejati itu pasti terasa indah dan nikmat.

Sebagian orang menyangka bahwa kenikmatan itu hanya ada pada Gairah dalam berSYUKUR. Semakin bersyukur maka semakin nikmat.

Memang benar adanya dalam nikmat yang disyukuri pasti ada penambahan nikmat yang dahsyat. Tapi sebesar apapun penambahan nikmat yang ada tetap saja tidak akan mampu mengalahkan nikmatnya hidup bersama Allah.

Sehingga, sebenarnya SABAR itu adalah INTI dari kenikmatan, sedangkan SYUKUR itu hanyalah PENAMBAH kenikmatan.

Itu sebabnya, umumnya, orang yang pandai bersabar maka ia pun akan pandai dalam bersyukur, sedangkan orang yang pandai bersyukur maka belum tentu pandai bersabar.

So, SYUKURilah keSABARANmu, lalu berSABARlah dengan nikmat, dan bersyukurlah dengan pondasi jiwa yang penuh dengan kesabaran yang nikmat.

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *