- Inspirasi

KETIKA RITUAL SEMAKIN KERING DARI SPIRITUAL

Saya teringat ketika dulu Thawaf Sunnah di Baitullah, lalu setelah putaran ke 7, saya berusaha ingin mencium hajar aswad dengan cara normal, dan gagal, saya coba lagi beberapa hari berikutnya dan kembali gagal, yang saya dapatkan malahan beberapa kali sikutan, bau ketiak, dan himpitan keras dari berbagai arah yang menyesakkan dada.

Dan ada sebuah hadits diriwayatkan dari sahabat ‘Umar bin khaththab r.a., Rosulullah Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada beliau,

يَا عُمَرُ، إِنَّكَ رَجُلٌ قَوِيٌّ، لَا تُزَاحِمْ عَلَى الْحَجَرِ فَتُؤْذِيَ الضَّعِيفَ

“Wahai ‘Umar, sesungguhnya Engkau adalah lelaki yang kuat (perkasa). Janganlah Engkau berdesakan untuk (mencium) hajar aswad, sehingga Engkau menyakiti orang yang lemah” (HR. Ahmad).

Di lain waktu, beberapa teman menasehati saya sebuah cara ilegal agar saya berhasil mencium hajar aswad, tapi saya menolaknya dengan halus. Saya saat itu membatin, “Ya Allah, hanya untuk melakukan yang sunnah, kenapa saya harus berbuat ilegal dan menzalimi sesama? Sementara saya mohon izin mundur ya Allah, dari ritual mencium hajar aswad ini. Semoga lain waktu ada solusi.”

Kenapa saya menganggap ilegal? Karena teman saya menyarankan yang intinya adalah “kalau mau cium hajar aswad, jangan ikutan Thawaf, langsung cium aja, dari arah yang berlawanan, potong arus, in syaa Allaah berhasil.”

Dan saya pun hanya tersenyum kecil melihat wajah sang teman yang ceria bahagia sebab sukses mencium Hajar Aswad dengan caranya yang belum bisa saya setujui sampai sekarang.

Dan kini kita lihat, Hajar Aswad sepi dari ciuman kaum muslimin yang Thawaf. Yang mau Umrah dilarang, Baitullah pun dijaga dan dipagari.

Bukan hanya itu, masjid-masjid dan musholla pun semakin sepi dari ritual sholat berjama’ah. Pengajian banyak yang diliburkan dan ditunda. Saya sebagai pembicara merasakan hal itu.

Serangan Virus Corona telah membuat banyak kaum muslimin bingung dan ketakutan. Diam di rumah, merasa bosan dan tak ada penghasilan. Mau keluar khawatir terpapar.

Saya merenung, mungkinkah Allah “sudah bosan” melihat tingkah laku kita, lalu menegur kita yang ahli ritual tapi kering dari spiritual, Ahli mengaji tapi sering pula menyakiti, Rajin ke Masjid tapi kikir dan pelit, Umrah berkali-kali tapi masih pula egois dan menzalimi, Sudah berhaji tapi masih hobi dipuji, Rajin infak sedekah tapi rajin pula memfitnah dan ghibbah?

Apa iya Ritual kita sudah kering dari Spirit? Padahal harusnya Spirit plus Ritual, menjadi Spiritual.

Bisa jadi sebenarnya sudah lama Baitullah yang tampak ramai itu sejatinya tengah kosong dari kedatangan orang beriman yang murni ingin berjumpa dengan Allah, kecuali hanya dipenuhi oleh orang-orang egois yang oprtunis. Namun semoga tidak demikian, semoga masih banyak yang berniat murni, maka itu marilah kita introspeksi diri.

Jangan-jangan selama ini ritual ibadah kita, nyaris tidak berkontribusi menghasilkan kebaikan dan kemanfaatan buat sesama.

Jangan-jangan selama ini ritual ibadah kita hanya sebatas formalitas dan beban, belum sampai totalitas dan nyaman.

Jangan-jangan selama ini ritual ibadah kita hanya dijadikan simbol bahwa kita ini termasuk orang yang terpuji. Padahal seharusnya, Kita beritual ibadah justru agar kita menjadi orang baik yang berakhlak terpuji.

Semoga dengan teguran Allah melalui virus Corona ini, Allah berikan kita kesadaran ritual yang total. Kesadaran ibadah yang indah. Kesadaran sholat yang bermartabat. Kesadaran tilawah yang penuh hikmah. Kesadaran sedekah yang berfaedah. Kesadaran berilmu yang melenyapkan ragu. Kesadaran berakhlak mulia yang memuliakan sesama. Kesadaran mencintai yang setulus hati.

Kalau kita semakin sadar, in syaa Allaah Virus Corona semakin pudar. Kalau kita semakin akur, in syaa Allaah Virus Corona semakin mundur. Kalau kita semakin ta’at, in syaa Allaah Virus Corona semakin minggat.

Ya Allah, hanya dengan izin dan ridho-Mu: Ramadhan datang, Corona pulang. Ramadhan berkah, Corona punah. Ramadhan hadir, Corona menyingkir.

Aamiin yaa Allaah yaa robbal aalamiin

Laa Ilaaha Illaa Anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin…

Salam

KZ

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *