- Artikel JLEBB

KETIKA TAKDIR TELAH TERUKIR

KETIKA TAKDIR TELAH TERUKIR, bagaimanakah cara meresponnya?

  1. Orang beriman pasti meyakini bahwa Takdir dari Allah selalu Adil, Benar dan Bermanfaat. Seseorang dikatakan sudah mantap beriman kepada Takdir tatkala ia sudah paham dan meyakini bahwa setiap Takdir Allah pasti tidak pernah Zalim, Salah dan Sia-sia.
  2. Seseorang yang beriman kepada Takdir, pasti ia akan selalu berbaik sangka (ber-husnuzhan) kepada Allah apapun peristiwa yang terjadi menimpa dirinya. Dia tidak pernah meragukan sedikitpun “kemampuan” Allah dalam menegakkan Keadilan, Kebenaran dan Kebermanfaatan di muka bumi ini.
  3. Jika Anda dizalimi seseorang maka yakinilah : Pasti ada kehendak Allah dibalik perbuatan mereka, ada kehendak Allah Yang Maha Adil, sehingga Anda tak boleh balas menzalimi. Karena jika Anda berlaku zalim, maka artinya Anda telah menentang bahkan menantang Allah, dan pasti Anda akan dikalahkan-NYA.
  4. Jika Anda menzalimi orang lain, maka ingatlah bahwa setiap keburukan akan dibalas dengan keburukan, dan ingatlah bahwa siapapun yang Anda zalimi maka itu semua adalah ciptaan Allah, dan pada hakikatnya yang wujud hanyalah Allah. Artinya, jika Anda menzalimi ciptaan-Allah maka Anda sedang mengundang murka penciptanya. Barani?
  5. Jika hal buruk yang menyedihkan terjadi dalam hidup Anda di dunia ini, janganlah berputus asa, tapi yakinlah bahwa hal itu adalah sekedar persepsi Anda, sebab pada hakikatnya semua kejadian yang Allah ciptakan itu pasti Adil, Benar dan Bermanfaat, dan itu semua untuk membaikkan Anda. Senang dan Sedih itu hanya sementara, bagian dari tipuan dunia, dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik setiap kesedihan yang disabari dan diikhlaskan, pasti akan menjadi jalan indah menuju solusi dan surga.
  6. Jika Anda sering kecewa berkepanjangan, hampir frustasi, maka introspeksi dirilah, kenapa Anda kecewa atas ketetapan Allah Yang Maha Adil? Pertanyakanlah keimanan Anda, apakah Anda belum benar-benar yakin bahwa Allah itu Maha Adil sehingga mustahil bagi Allah berbuat zalim?
  7. Jika Anda terlanjur berbuat salah dan buruk, beristighfarlah sepenuh hati, bertaubatlah, jangan sibuk menganalisa apakah taubat Anda diterima atau tidak. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun. Mohonlah terus ampunan dan keridhoan-Nya. Yang terpenting, Allah sangat suka kepada hamba-hamba-Nya yang introspeksi, minta ampun, menerima, dan bertaubat.
  8. Jika Anda khawatir tentang Nasib (hasil akhir usaha) Anda, maka berbuatlah yang adil, benar dan sebermanfaat mungkin karena Allah tidak pernah zalim. Jangan katakan “kalau aku berbuat yang terbaik, tapi Allah sudah menetapkan hasil yang buruk, maka rugilah aku”. Kalau Anda berpikir seperti itu, berarti Anda belum mengimani bahwa Allah itu Maha Adil dan Bijaksana. Ingatlah bahwa HASIL tidak akan mengkhianati PROSES; apalagi ALLAH tak kan pernah mengkhianati HAMBA-NYA.
  9. Sadarilah selalu, bahwa Takdir itu adalah Ilmu Allah, rahasia Allah. Maka janganlah kita “KEPO” dengan apa yang telah dan akan Allah takdirkan kepada kita. Kita hanya perlu mengimaninya, bukan mengamaninya, menjadi orang yang beriman bukan menjadi orang yang beraman.

INTI KESIMPULAN :

TAKDIR dari ALLAH selalu Adil, Benar dan Bermanfaat. Takdir tidak perlu diubah, yang perlu diubah adalah diri kita agar menjadi semakin Adil, Benar dan Bermanfaat.

Jangan enggan dan ragu untuk berbuat Adil, Benar dan Bermanfaat dengan alasan : “Percuma saja saya berbuat baik kalau nasib saya sudah dituliskan buruk”.

Kenapa jangan berlaku demikian? Sebab Allah tak pernah zalim dan kita tidak paham apa yang sudah tertulis di Lauh Mahfuzh.

Maka berbaik sangkalah kepada Allah, karena Allah sebagaimana Prasangka hamba-Nya. Cukup IMANI keberadaan Lauh Mahfuzh sepenuhnya, dan bukan malah sibuk su’uzhan dan “kepo” mengnalisa isi dari Lauh Mahfuzh.

Jadi sebenarnya, sejak awal mula kita telah DITAKLUKKAN/DITUNDUKKAN oleh ALLAH Ta’aalaa. Maka satu-satunya cara untuk SELAMAT adalah : Dengan memilih peran Protagonis lalu BERSERAH DIRI – TUNDUK hanya kepada ALLAH, dan TA’AT mengikuti segala ATURAN-NYA.

Salam

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *