Ledakan-Bom-Jiwa
- Inspirasi

Ledakan Bom Jiwa

Diduga kuat alam semesta ini adalah hasil ledakan yang teramat dahsyat dari sebuah benda yang teramat kecil. Bukan ledakan yang sekedar menghancurkan, melainkan ledakan yang menghasilkan karya Ilahi yang begitu rapih. Ledakan itu sering disebut Big Bang. Sebuah ledakan yang menghancurkan dan membangunkan dalam waktu yang bersamaan.

Subhanallah, hidup ini hanyalah permainan-Nya yang seringkali mengguncang semesta jiwa. Kita adalah para pemain ciptaan-Nya, saya, Anda, dia, muslim, kafir, teroris, penteror teroris, Polisi, TNI, Ustadz, Preman dan lain sebagainya semua adalah alat-Nya untuk mengasah pengakuan iman kita kepada-Nya. Dan setiap individu menyikapi sebuah kejadian dengan cara yang berbeda, tergantung kebutuhan batinnya yang masih dimurungkan oleh hijab-hijab pengakuan, perpalingan.

Saya turut berduka atas kejadian berbagai ledakan di bumi Allah ini, semoga alam semesta ini tetap terjaga keseimbangannya, sebab semesta makro (alam semesta) adalah cermin dari berbagai semesta mikro (jiwa). Itu sebabnya hari kehancuran alam semesta nanti secara total diperkirakan terjadi jika memang orang-orang yang beriman benar kepada-Nya sudah diwafatkan semua.

Ledakan boleh dianggap sebagai simbol dari kehancuran. Tapi perlu juga kita sadari bahwa kebangkitan akan terjadi secara totalitas setelah adanya kehancuran. Bom yang menghancurkan Hirosima dan Nagasaki telah mengundang kebangkitan Jepang yang lebih dahsyat. Kehancuran alam semesta pun akan mengundang hari Kebangkitan yang total abadi.

Ledakan biasanya terdiri dari suara dan proses pemusnahan. Dan dunia pasti akan hancur dan musnah, diawali dengan suara sangkakala yang akhirnya memusnahkan dunia semesta. Sebenarnya apapun bentuk ledakan itu janganlah dianggap remeh, sebab semua bentuk ledakan, kecil maupun besar, adalah pengundang kehancuran semesta.

Siapa pun boleh menganggap refleksi saya berikut ini tidak masuk akal, tapi saran saya berhentilah bemain bom kesenangan, seperti petasan, kembang api, dan suara-suara lainnya yang menggelegar. Sebab itu semua adalah pengundang kehancuran semesta. Perhatikanlah, ketika Bom yang terjadi telah menewaskan beberapa manusia, tidak sedikit pula di antara kita yang tetap bersenang-senang melalui anekdot dari ledakan bom yang terjadi. Ledakan pun menjadi Ledekan. Tapi tak apalah, itu semua adalah alat dari Allah untuk mengasah alat-alat lainnya yang Allah titipkan kepada kita ; alat fisik/aksi, alat pikiran/analisa, alat perasaan/hati, alat keyakinan/prinsip hidup, dan alat keberserahan/Ikhlas/tawakkal.

Dalam hukum keseimbangan-Nya maka hancur adalah bangun. Jepang hancur, Jepang pun membangun. Teknologi terbangun, karakter mengahancur.  Pembangunan fisik dan intelegensi pikiran telah banyak mengancurkan perasaan dan keberserahan. Sedangkan pembangunan rasa berserah pun bisa menghilangkan hasrat untuk menikmati keindahan fisik. Ternyata menjadi insan kamil adalah perjalanan untuk saling melengkapi antar berbagai alat yang terbangun. Ada hamba yang Allah kuatkan di alat yang ini, dan ada juga yang Allah istimewakan di alat yang itu. Hanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang semua alat hidupnya diistimewakan oleh Allah.

Semua seimbang. Kalau kita tinggal di perumahan mewah real estate, maka antar penghuni rumah biasanya tidak terlalu akrab, jarang saling mengganggu, tapi jarang pula saling membantu. Bandingkan jika hidup di perumahan menengah ke bawah, mereka akrab, sering saling membantu, tapi juga sering saling mengganggu. Keseimbangan bukan?

Hidup adalah pilihan kita dalam pilihan-Nya. Permainan kita di dalam permainan-Nya. Kehendak kita di dalam liputan Kehendak-Nya.

Akhirnya saya mulai sedikit menyadari bahwa saya ini sebenarnya hanyalah bertugas sebagai alat-Nya; yaitu hamba-Nya dan wakil-Nya.

Wallaahu a’lam

Salam

Kang Zain

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *