Manajemen-Sedih-dan-Khawatir
- Informasi

Manajemen Sedih dan Khawatir

Bagaimana Manajemen Sedih dan Khawatir Dengan Teknik Praktis Satu Langkah Langsung Bahagia.

Dalam AlQuran surat (Fushshilat):30 – Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu khawatir (takut) dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

SEDIH itu terkait dengan ketidakpuasan atau penyesalan atas “masa lalu” dan KHAWATIR itu terkait dengan keraguan dan kekhawatiran akan “masa depan”.

Berdasarkan surat Fushshilat ayat 30 di atas maka Allah menyuruh Malaikat agar Malaikat menyuruh manusia yang telah MENGAKU beriman dengan TEGUH kepada Allah agar JANGAN KHAWATIR (dengan masa depan) dan JANGAN SEDIH (akibat masa lalu) lalu disuruh BERGEMBIRA atau Berbahagia di masa sekarang atau SAAT INI dengan janji anugerah JANNAH dari Allah.

Namun Sedih dan Khawatir itu boleh saja bila pada tempatnya dan tidak berkepanjangan…Misal Sedih karena merasa banyak dosa atau Khawatir Allah tidak ridho sehingga kita masuk neraka karena tidak diterimanya amalan ibadah kita disebabkan kita masih sering salah niat dan kurang ikhlas dalam beramal.

Nah Sedih dan Khawatir yang seperti ini justru dianjurkan karena dengan itu kita pun terus membersihkan diri dari dosa dan dari berbagai niat yang syaitoni. Inilah Sedih yang menghasilkan Taubat dan Khawatir yang menghasilkan Giat dalam beribadah.

Sedih yang berkepanjangan akan dosa masa lalu hanyalah membuktikan bahwa kita tidak percaya bahwa sesungguhnya Allah Maha Pemgampun dan Maha Penerima Taubat.

Sedih akan peristiwa masa lalu yang sifatnya dikarenakan kegagalan pencapaian visi pribadi hanyalah membuktikan bahwa kita tidak beriman kepada takdir Allah yang pasti adil dan bijaksana.

Sedangkan khawatir akan masa depan yang sifatnya rejeki duniawi seperti uang, pekerjaan dan jodoh, hanyalah membuktikan bahwa kita tidak beriman bahwa kasih sayang (rahmat) Allah sangatlah luas.

Janganlah kita mudah khawatir masalah rejeki. Karena rejeki itu sudah dijamin oleh Allah, dan rejeki bagian dari rahmat Allah di dunia, kita hanya perlu bersabar dan terus berikhtiar dengan wajar..

β€œWahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rejeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rejekinya, walaupun telat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari Rejeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rejeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah)

Perhatikanah sebagian manusia sibuk Mengejar yang sudah dijamin oleh Allah. Kalau kita mengejar rejeki yang sudah dijamin oleh Allah sudah segitu heboh dan semangat, apalagi mengejar yang belum dijaminkan Allah kepada kita maka kita harusnya lebih heboh, semangat, dan serius… Yaitu mengejar rahmat Allah di akhirat kelak…yaitu Jannah-Nya.

Jangan sampai kita termasuk orang yang salah kaprah… Yakni Mengutamakan rahmat Allah di dunia dan lalu melupakan rahmat Allah yang jauh lebih luas di akhirat, sehingga seolah-olah beranggapan bahwa rejeki itu belum dijamin-Nya..

LaluΒ  kita pun bekerja siang malam sampai lupa akan inti kehidupan, kita bekerja tanpa peduli lagi halal dan haram, dan kita bekerja seperti tak lagi berpikir tentang hal-hal yang dirasakan oleh orang-orang dekat kita yang tulus memperhatikan… Kita bekerja mengejar aman tapi melupakan iman. Na’uudzubillaahimindzaalik.

β€œSesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat, Allah membagikan satu rahmat kepada seluruh makhluknya (di dunia). Dengan rahmat itu mereka (makhluk) saling menyayangi dan mengasihi. Dengan satu rahmat itu binatang-binatang menyayangi anak-anaknya. Sisa 99 rahmat, Allah akan menyayangi hambanya dengan 99 rahmat itu pada hari kiamat (akhirat-jannah).” (HR. Ibnu Majah).

Itu sebabnya, berdasarkan AlQuran surat Fushshilat ayat 30, bagi orang yang beriman teguh maka SATU LANGKAH menghilangkan kekhawatiran dan kesedihan adalah dengan meyakini dan membayangkan kenikmatan anugerah JANNAH dari Allah.

So, kalau hari ini kita mengaku sudah beriman kepada Allah tapi masih sering sedih dan khawatir padahal sudah membayangkan Jannah-Nya maka bertanyalah kepada diri sendiri : “Apa benar saya sudah beriman kepada Allah dengan keyakinan yang teguh?”.

Salam

Kang Zain

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *