Masih-Mencari-Islam-Yang-Terbaik
- Inspirasi

Masih Mencari Islam Yang Terbaik ?

Manakah Islam yang paling benar? Masih Mencari Islam Yang Terbaik ? Tentu saja yang sesuai dengan AlQuran dan sesuai dengan Contoh perilaku Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam yang paling paham kandungan AlQuran, baik itu contoh secara ‘amali (tampak jasad) atau contoh i’tikadi (urusan hati/ruhani – tak tampak jasad).

Sebab Islam itu adalah perpaduan antara Ruhani dan Jasadi, i’tikadi dan ‘amali. Artinya secara jasad ia bergerak ta’at dan secara ruhani ia berserah takluk.

Dan urusan Ruhani adalah yang lebih utama dari urusan jasad. Jangan sampai disebabkan ada perbedaan praktik pemahaman di wilayah jasadi membuat Ruhani kita langsung saling bersebrangan. Padahal masih sesama Muslim.

Yang terpenting adalah ajak diri kita dan orang lain beramal sesuai dengan kehendak-Nya. Dan tanya kan ke diri sendiri ketika sedang/akan beramal : apakah amalan saya ini sesuai kehendak-Nya atau cuman hasil karangan saya sendiri tanpa mempertimbangkan kehendak-Nya?

Tentunya amalan apapun, bukan sekedar amalan ibadah khusus. Sebab semua sendi kehidupan adalah ibadah, dan yang namanya ibadah itu harus ada tuntunannya.

Bukan hanya sholat atau tahlil yang harus ada tuntunannya/ dalilnya, tapi semua sendi kehidupan. Bahkan (maaf) ketika Anda mau kentut pun Anda harus sesuai kehendak-Nya. Misalkan sebelum Anda kentut Anda berbisik ke nurani Anda : apakah ada yang terzalimi ketika angin itu berhembus? Sebab Allah melarang saya menzalimi orang lain.

Bukankah SEMUA yang kita lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya, dan PASTI kita tak kan punya kemampuan mempertanggung jawabkan semua amalan kita, bahkan hanya SATU amal saja kita pasti gagal bertanggungjawab kecuali bila ALLAH mengizinkan dan memampukan kita, Right?

Dengan demikian cukup Do The Best dalam beramal, bukan Be The Best. Lakukan yang terbaik bukan merasa yang paling baik.

Tidak ada jaminan bahwa ibadah kita pasti diterima oleh Allah, walaupun kita sangat berusaha sesuai dalil, sebab Allah pertama kali melihat niat dan ruhani kita dalam beribadah, baru kemudian lihat jasadi tata cara kita.

Sebaik apapun amalan jasadi kita tapi bila hati kita merasa : paling benar, paling sesuai sunnah, paling kuat dalilnya, paling bisa dipertanggungjawabkan, dan paling shohih maka saat itu amalan ruhani kita bisa gugur walaupun jasad kita sedang bertempur.

So, Manakah Islam yang paling benar?

Jawabannya adalah jangan pernah menjawab “islam ini” atau “islam itu”, tapi lakukan saja ibadah/amalan yang terbaik sesuai kehendak-Nya dengan hati yang tunduk hanya berserah kepada-Nya. Semoga dimana pun Anda berada maka Anda akan dirahmati-Nya, di-Islamkan-Nya.

Salam

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *