- Inspirasi, Motivasi

MEMBEBASKAN JIWA dari PENDERITAAN tanpa akhir

Peringatan : Tulisan ini agak panjang, tapi in syaa Allaah akan membantu menjawab berbagai solusi jiwa yang Anda cari selama ini.

Saudaraku, musuh terbesar kita ternyata bukanlah iblis, dan juga bukan Nafsu, tapi musuh terbesar kita adalah Hawa Nafsu. Loh apa bedanya antara Nafsu dan Hawa Nafsu?

Dalam bahasa Indonesia, Nafsu itu identik dengan hal-hal yang negatif. Padahal Nafsu itu berasal dari bahasa Arab, yaitu Nafsun yang artinya adalah Jiwa.

Jiwa maknanya netral. Bisa negatif dan bisa positif. Jiwa yang positif adalah jiwa yang tenang (muthnainnah), sedangkan jiwa yang negatif adalah jiwa yang gelisah dan mengajak kepada keburukan.

Itu sebabnya akan rancu jika nafsu itu dimaknai selalu negatif, misalkan kita sering dengar orang menghina atau becanda dengan kalimat “Ah elo mah nafsuuuuan… “, atau kalimat “yeee, baru lihat yang bening dikit aja udah nafsu”.

So, Nafsu itu artinya ya jiwa, yang maknanya bisa positif atau negatif. Mari kita simak ayat berikut ini…

Q.S. Yusuf : 53 – Dan aku tidak membebaskan jiwaku, karena sesungguhnya jiwa itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali jiwa yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Jika kata jiwa saya ganti dengan Nafsu, maka artinya menjadi :

Dan aku tidak membebaskan nafsuku, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Nah dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua macam nafsu (jiwa) :

1. Nafsu yang menyuruh kepada kejahatan. Kita biasa menyebutnya dengan Nafsun Amarah Bis Suu’.

2. Nafsu yang dirahmati Allah. Kita biasa menyebutnya sebagai Nafsul Muthmainnah, yaitu nafsu yang terbebas dari berbagai kehendak berbuat jahat.

Nah, di antara Nafsul Muthmainnah dan Nafsul ‘Amarah Bis Suu’ ada sebuah nafsu lagi yaitu Nafsul Lawwamah , yakni Nafsu yang selalu gelisah, tarik menarik antara kejahatan dan kebaikan.

Saudaraku, ujung dari kehidupan kita adalah kematian, dan ketika kita telah dimatikan-Nya, maka kita berharap Allah akan memanggil kita dengan kalimat “Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah.. ” yang artinya “Wahai jiwa yang tenang… “.

Q.S. Al-Fajr : 27-30 – Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.

Kita tentunya berlindung kepada Allah dari kematian yang belum tenang, yaitu kematian jiwa yang masih dipenuhi dengan ketidakpuasan, kegelisahan dan berbagai keinginan berbuat jahat.

Karena target akhir kita adalah mati dalam keadaan jiwa yang tenang, maka wajar sekali bila musuh utama kita adalah “Hawa Nafsu”, yaitu jiwa yang dipenuhi dengan HAWA.

Dalam kamus bahasa Arab, maka arti dari HAWA (dengan H besar) adalah keinginan, berbeda dengan arti HAWA (dengan H kecil) artinya adalah kandungan atau yang mengandung. Itu sebabnya Siti Hawa istrinya Nabi Adam bukanlah bermakna wanita yang banyak keinginan, tapi bermakna wanita yang bisa mengandung (memiliki rahim).

Kalimat HAWA itu bisa merusak jiwa dan semesta bisa dilihat dalam Q.S. 23 : 71.

“Andaikata kebenaran itu menuruti keinginan (hawa) mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.”

Ternyata Hawa Nafsu bukan hanya membinasakan diri sendiri, tapi berpotensi besar untuk membinasakan alam semesta ini. Maka tak heran bila Allah berkali-kali di AlQuran mengingatkan bahwa setiap bencana yang menimpa diri atau suatu kaum adalah disebabkan oleh perbuatan tangan mereka sendiri.

Maka, berhati-hatilah dengan apa yang Anda inginkan. Semakin banyak keinginan Anda maka semakin gelisah dan tidak puaslah kehidupan Anda. Itulah musuh terbesar kita, ia ada di dalam sini, bukan di luar sana.

Bebaskan diri Anda dari penderitaan sejati dengan cara menundukkan Keinginan Anda, sebab bila tidak maka berbagai Keinginan Anda itulah yang akan memperbudak kehidupan Anda.

Jlebb.com

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *