Thawaf
- Inspirasi

MENGHIKMAHI THAWAF (part 3)

MENGHIKMAHI THAWAF (part 3)

Yang bermagnet besar dithawafi oleh yang bermagnet kecil. Yang berjiwa besar dithawafi oleh yang berjiwa sedang berproses untuk besar.

Dalam kehidupan realita yang asli (akhirat) maka yang dithawafi bernama TUHAN, yaitu ALLAH, dan yang menthawafi bernama HAMBA.

Tapi dalam kehidupan realita yang fana (dunia), maka yang dithawafi disebut sebagai Imam atau Pimpinan, yang menthawafi disebut sebagai makmum atau follower.

Di dunia ini kita adalah Imam dan Makmum sekaligus. Imam bagi istri dan anak-anak kita, dan makmum kepada pimpinan kita di perusahaan atau di Negeri ini. Hanya saja kita sering lupa diri bahwa huhungan antar kita hanya sebagai iman dan makmum, bukan sebagai hamba dan Tuhan.

Jangan sampai sang “Imam” merasa sebagai Tuhan yang wajib dita’ati, dicintai, diikuti lebih daripada Allah. Dijadikan tempat bergantung yang lain selain daripada Allah. Dan jangan sampai sang “Makmum” merasa kalau tidak ada sang Imam maka hidupnya pasti berantakan. Makmum pun jangan menjadikan Imam/pimpinan sebagai tempat bergantung, sebab hanya Allaah lah yang Ash Shomadu.

Maka bisa binasalah iman seseorang jika ia merasa bahwa dirinya adalah sebagai tempat bergantungnya orang lain, atau sebaliknya, jika ia merasa bahwa ada sosok makhluk sebagai tempat dia bergantung selain daripada Allah.

Salam

Kang Zain

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *