- Inspirasi

MENGKRITISI KONSEP PERCAYA DIRI (part 1)

Adakah Konsep Percaya Diri di dalam Islam?

PD atau “Percaya Diri” dalam bahasa Inggris adalah “Confidence” atau “Self-Assured”, kalau dalam bahasa Arab disebut :
وَاثِق مِنْ نَفْسِهِ

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata “Percaya Diri” dimaknai dalam dua kata, yaitu kata “Percaya” dan kata “Diri, yang kalau digabungkan memiliki makna “Yakin terhadap kemampuan yang ada di dalam diri”.

Sebenarnya konsep PD ini sangat baik manakala dimaknai dengan tepat. Namun belakangan saya amati, gegara PD ini justru menjadi sumber banyak masalah kehidupan.

Hakikatnya PD adalah kemampuan memahami dan menghargai diri sendiri, sehingga dapat memutuskan dan bertindak dengan lapang hati.

PD jangan dipahami sebagai “saya mau, saya mampu, saya hebat, saya unggul” sehingga banyak orang termasuk kaum remaja berbondong-bondong untuk tampil tercitra hebat di hadapan publik, baik di dunia nyata, apalagi di dunia Maya.

Orang yang tidak PD akhirnya dimotivasi oleh motivator dan orang-orang di sekitarnya dengan kalimat “kamu itu hebat, kamu harus bisa, kamu pasti bisa, bisa tidak bisa, kamu harus bisa”. Padahal kurangnya PD bukanlah terjadi karena kurangnya kemauan dan kemampuan belaka, tapi dikarenakan kurangnya kesadaran diri, yakni kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap diri sendiri secara tepat.

Nah, ketika PD sudah bergeser maknanya menjadi sekedar “keberanian unjuk gigi dan keyakinan diri hebat” maka justru PD yang seperti inilah yang akan merusak karakter dan kepribadian. Konsep PD yang seperti inilah yang akan mengantarkan kepada kesombongan dan kesyirikan. Dan akhirnya banyak orang melakukan sesuatu hanya dengan alasan “biar tambah PD”.

Olahraga biar tambah PD…
Punya rumah keren biar tambah PD…
Beli mobil bagus biar tambah PD…
Dan seterusnya..

Itu sebabnya, kalau kita cek di Al-Quran tidak ada perintah atau anjuran untuk menjadi PD, tapi kita justru disuruh merendah di hadapan Allah dan meyakini hadirnya pertolongan Allah.

Dan di hadits pun saya sendiri belum mendengar bahwa Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada sahabatnya yang sedang ragu atau khawatir dengan kalimat “Janganlah kalian ragu dengan diri kalian, tapi percaya dirilah kalian menghadapi musuh, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang hebat dan pasti menang”.

Ketika ada panggilan azan “Hayya ‘alal Falaah” yang artinya “Mari menggapai Kemenangan”, maka jawaban yang dianjurkan bukanlah jawaban yang berkesan PD seperti “Pasti Menang, bisa tidak bisa, pasti Bisa” tapi justru dengan kalimat merendah alias PA (Percaya Allah) yaitu “Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali milik Allah semata”.

In syaa Allah di part kedua akan dibahas Pertarungan Fira’un yang PD (Percaya Diri) melawan Nabi Musa yang PA (Percaya Allah).

Wallahu a’lam

Salam Jlebb

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *