- Artikel JLEBB

MERDEKA ATAU takut M@TI

Sudah hampir 2 tahun sebagian dari kita dijajah oleh Covid-19, sehingga kemerdekaan kita pun terbelenggu, terkunci alias ter- lockdown.

Ternyata salah mindset tentang makna kemerdekaan itulah yang membuat banyak manusia selalu terjajah.

Orang-orang yang beriman tetap merdeka dalam keadaan apapun. Sedangkan orang-orang yang beraman hanyalah merdeka jika keadaan sudah aman.

Selama seseorang masih berfokus kepada takut m@ti, maka apapun keadaannya, mau pandemi ataupun tidak, tetaplah ia akan selalu senantiasa berada dalam keadaan terjajah.. terkunci .. ter- lockdown…

“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.”
(QS. 2: 7)

Itu sebabnya para Pejuang Kemerdekaan NKRI dahulu mempunyai slogan “MERDEKA ATAU M@TI”, artinya orang yang takut m@ti pasti tak kan pernah merasakan kemerdekaan sejati dalam dirinya.

Sejatinya Hati yang Merdeka adalah Hati yang saling ridho dengan Allah. Saling menerima. Tidak banyak protes atas keadaan yang Allah tetapkan baginya. Kita ridho menerima berbagai takdir Allah, maka Allah pun akan ridho menerima diri kita dan menerima amal-amalan kita.

Dengan demikian, orang-orang yang beriman pastilah merdeka, dan kalaupun m@ti maka surga menanti mereka. Surga adalah kumpulan orang-orang beriman yang jiwanya Tenang, yang Hatinya Merdeka.

Sedangkan orang-orang yang hanya beraman tak akan pernah merdeka, dan tentunya tetap pasti akan m@ti juga lalu neraka menanti mereka. Ketidakmerdekaan sejati akan berlangsung di Neraka.

“Wahai jiwa yang Tenang ! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya (hati yang merdeka). Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. 89 : 27-30)

Salam Merdeka

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *