- Public Training

ONANI; antara MASALAH dan SOLUSI

Onani atau sering disebut sebagai Masturbasi adalah sebuah aktivitas yang bisa dilakukan oleh pria atau wanita untuk merangsang diri sendiri pada alat kelaminnya dengan kreativitas masing-masing sehingga tercapailah kepuasan seksual, bagi pria cirinya adalah terjadinya ejakulasi – yakni pelepasan cairan spermatozoa.

Beberapa kali sudah orang yang mengkonsultasikan kebiasaannya beronani kepada kami. Yang jelas mereka akui merasakan efek negatif dengan rutinitas Onani yang mereka lakukan. Dan uniknya, yang datang berkonsultasi itu adalah kebanyakan para ikhwan yang notabene di tempat sekolahnya atau kuliahnya adalah sebagai aktivis Dakwah. Tapi baguslah mereka masih mau berkonsultasi, artinya mereka ingin berubah menjadi lebih baik. Mungkin di luar sana banyak juga yang bukan aktivis dakwah yang rutin melakukan onani, hanya saja enggan berkonsultasi kepada kami, atau mungkin mereka merasa bahwa onani bukanlah sebuah kelainan.

Di antara mereka ada yang berterus terang melakukan Onani sehari sampai 7 kali, dan ada juga yang berterus terang sudah melakukan aktivitas onani sejak usia 5 tahun. Di kejadian lain, bahkan ada seorang ibu yang berkonsultasi kepada kami bahwa suaminya tidak suka “main” dengannya sebab suaminya lebih suka “main sendiri”. Astaghfirullaah, Na’udzubillahi mindzalik.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, ternyata memang tidak sedikit laki-laki dewasa yang sudah berusia baligh (bahkan sebagian sebelum usia baligh) sudah melakukan aktivitas “swalayan” ini.

Mereka melakukannya dengan berbagai alasan, ada yang karena terpengaruh Film Porno, ada juga yang karena terpengaruh Cerita dari teman-temannya “Eh Onani itu enak tau… lagian kan gak dosa.. ga ada dalil yang jelas-jelas melarang aktivitas Onani…daripada berzina kan mendingan Onani…”. Tapi tentu saja ada juga yang dilakukan atas “kesadaran” sendiri, sebagai aktivitas alam bawah sadar yang alami, tanpa ada yang mengajari, tau-tau sudah pakar saja di bidang yang satu ini.

Onani dari sudut pandang Hukum Kekekalan Energi

Tidak ada energi yang hilang, setiap energi yang seolah-olah terbuang/hilang/dilepaskan akan segera kembali kepada si pembuangnya, dan bentuk pengembaliannya tergantung dari niat si pembuang energi tersebut, juga tergantung dari bentuk energi yang dibuangnya, dan juga tergantung kepada siapa ia melepaskan energi tersebut.

Kehilangan artinya kehadiran. Kosong adalah isi, dan isi adalah kosong. Pengosongan adalah Pengisian. Pengisian adalah Pengosongan yang siap diisi kembali. Dan Mengisi kekosongan “orang lain” berarti kita sedang mengosongkan diri kita dari berbagai energi dan akan kembali diisi olehNya dengan berbagai energi yang bersesuaian, yakni sesuai/tergantung niat kita ketika sedang melakukan proses pengisian tersebut dan tergantung dari bentuk energi yang kita isikan ke orang lain tersebut, dan juga bahkan tergantung dari siapakah orang yang kita isi itu, apakah kita sedang mengisi orang yang tepat ataukah tidak.

Dan,  Aktivitas Onani adalah sebuah aktivitas Pengosongan/Penglepasan energi. Nah, apa saja energi yang dikosongkan/dilepaskan dari aktivitas Onani ini…

1.    Kegelisahan Hati untuk melakukan hubungan seksual

2.    Air Mani (Untuk Pria) berikut berbagai Protein dan zat-zat bermanfaat dari dalam tubuh yang terkandung di dalam air Mani tersebut.

Sahabat Muda, ketika seseorang beramal positif maka ia sedang melepas energi positif ke alam semesta, maka alam semesta akan mengembalikan energi positif tersebut berkali lipat atas izin Allah SWT. Dan jika seseorang beramal negatif maka ia sedang melepas energi negatif ke alam semesta, sehingga alam semesta pun akan mengembalikan energi negatif tersebut yang setara kualitasnya atas izin Allah SWT.

Namun demikian, ada juga amal positif yang justru melepas energi negatif ke alam semesta tetapi Allah malah menggantikannya dengan energi yang positif. Inilah yang disebut dengan “Istighfar”. Sebuah Proses mengeluarkan energi negatif (kotoran hati) dari dalam jiwa manusia sehingga Allah berkenan membersihkan jiwanya dan lalu mengisi jiwa orang itu dengan Rahmat, Karunia, dan HidayahNya. Inilah keistimewaan Istighfar, sebuah proses pengosongan energi negatif yang kelak digantikanNya dengan energi positif.

Namun ada juga amalan negatif yang justru melepas energi positif ke alam semesta tetapi kelak pengembaliannya tetap berupa energi negatif. Contoh dari bentuk amal negatif yang “terlihat” positif ini adalah Sedekah kepada orang yang salah, membantu karena perasaan kasihan, mencintai karena hawa nafsu, dan melakukan semua amalan positif tapi bukan untuk mencari Ridho Allah melainkan untuk mencari “ridho” manusia atau sekedar untuk mencari “ridho”nya sendiri – yakni memenuhi ego pribadinya.

Sahabat Muda, mari kita kembali ke masalah Mas-turbasi dan Mba-turbasi atau Onani ini…

Pertanyaan berikutnya adalah, lalu termasuk pola energi yang manakah aktivitas Onani dari sudut pandang Hukum Kekekalan energi?

1.    Apakah Aktivitas Onani termasuk amal positif yang melepas energi positif lalu berefek positif (Seperti Sedekah kepada Orang Yang Tepat serta semua perbuatan mulia yang diniatkan karena Allah SWT)?

2.    Apakah Aktivitas Onani termasuk amal positif yang melepas energi negatif lalu berefek positif (Seperti Istighfar – dalam konteks Ruhani, dan Seperti BAB – dalam konteks Jasadi)?

3.    Apakah Aktivitas Onani termasuk amal negatif yang melepas energi negatif lalu berefek negatif (Seperti Mencuri, Korupsi, Berzina, dan berbagi kemaksiatan aktif lainnya)?

4.    Apakah Aktivitas Onani termasuk amal negatif yang melepas energi positif lalu berefek negatif (Seperti Sedekah kepada Tempat atau Orang yang Salah atau Sedekah dengan niat mencari popularitas)?

Silakan simpulkan masing-masing ya, dan bertanggungjawablah dengan kesimpulan Anda. :). Dan sebagai bahan pertimbangan kesimpulan Anda, saya akan kutip sebuah statement dari http://netsains.com:

“Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.”

Hukum Onani dari sudut pandang Islam

Kalau kita mau jujur ternyata Onani itu adalah sebuah perbuatan yang mendekati zina. Jikalau indra penciuman saja bisa dianggap berzina, yang mana hal itu dilarang, maka apalagi Onani yang merupakan kombinasi antara zina hati, zina jiwa mandiri, dan zina tangan atau alat bantu lainnya.

Tentang Zina penciuman (bukan ciuman ya, tapi penciuman) dapat kita simak pada hadist berikut…“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila” (Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i).

Bahkan di hadist lain yang pernah saya baca ada kelanjutannya yaitu “… dan para pria yang mencium wanginya (dengan sengaja- pen) pun adalah Pezina”. Artinya baru urusan “hidung” atau penciuman saja maka bisa dikategorikan zina, tentu saja bobot zinanya beda dengan zina yang “nyemplung”. Dengan demikian jika penciuman saja bisa berzina maka apalagi Onani yang jelas-jelas hatinya sedang lalai dari Allah lalu fokus kepada kenikmatan beronani dan lalu bahkan sampai ejakulasi, maka sesungguhnya dosanya “bisa saja” lebih besar lagi dibandingkan sekedar dosa mencium wewangian yang digunakan lawan jenis.

Maka, kalau kita menyimak firman Allah : “Dan janganlah kamu mendekati Zina… (Q.S. 17:32)”, tersadarlah kita bahwa ternyata Onani itu adalah sebuah proses “Mendekati Zina” dan Allah telah menegaskan dengan kata “Janganlah”, sehingga siapapun orang yang beronani atau mendekati zina maka ia sedang melanggar perintah Allah.

Sedangkan di ayat lain Allah berfirman :“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari selain itu (seperti : zina, homo, onani dlsb – pen), maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. 23: 1,5,6,7)

Artinya, jika seseorang berejakulasi atau melakukan aktifitas seksual tapi bukan dengan istrinya sendiri, maka hukumnya adalah Dosa, karena dianggap aktifitas yang “melampaui batas”.

Lalu apa saja yang dimaksud dengan “bukan termasuk istri sendiri” :

1.    Istri tetangga, istri anak buah, istri teman, atau istri orang lain
2.    Sabun, baik milik sendiri atau milik orang lain, yang digunakan oleh diri sendiri. Tapi kalau digunakan oleh istri kepada suaminya tidak masalah, bahkan bagus untuk fore play mandi bersama.
3.    Tangan, kecuali tangan istri sendiri
4.    Boneka, Alat seks dan lain sebagainya
5.    Apa pun yang bukan istri sendiri dan tubuh dari istri sendiri.

Nah, Sahabat Muda, karena Onani merupakan perbuatan Dosa, dan jika dirutinkan akan menjadi Dosa besar yang membahayakan, sehingga orang-orang yang ahli ibadah tapi juga ahli Onani, maka tak heran jika hidupnya akan dipenuhi dengan berbagai kesulitan, yang mana sesungguhnya bisa jadi bahwa berbagai kesulitan itu dihadirkan oleh Allah sebagai penebus atas berbagai dosa onani yang pernah dilakukannya. Maka beristighfarlah, agar kesulitan itu hilang, maka bertaubatlah agar kesulitan itu sirna, maka menikahlah agar kesulitan itu membawa keberkahan.

Terapi Bebas Onani

Sahabat Muda yang bijak, ketika seseorang mengendarai mobil lalu ia bertemu perempatan yang mana lampu merahnya sedang menyala, maka ia beserta kendaraannya haruslah berhenti. Kalau ia tetap maju menekan gas maka bisa terjadi tabrakan. Begitu pun ketika lampu kuning sudah menyala maka ia harus berisap-siap untuk bergerak, sedangkan ketika lampu hijau sudah menyala dan ia tetap tidak berkenan menekan gas mobilnya maka bisa terjadi kekisruhan di jalan raya tersebut.

Nah, jika seseorang sudah baligh, dan sudah merasakan nikmatnya “mimpi basah”, adalah ibarat ia sudah berada di lampu kuning yang menjelang lampu hijau. Maka jika ia terlalu lama diam dan tidak mem-follow up-nya dengan bergerak ke depan, maka bisa terjadi kekisruhan di lingkungannya. Dengan demikian, seseorang yang telah mimpi basah atau berusia baligh tapi menahan diri terlalu lama untuk tidak maju bergerak menikah, maka ia sedang menzalimi dirinya sendiri dan semestanya. Menahan diri tidak menikah bisa dengan berbagai alasan, antara lain : tidak diizinkan orang tua, belum dapat pekerjaan yang layak, dan lain sebagainya.

Dan perilaku Onani adalah salah satu bentuk kerusakan yang bisa terjadi jika membiarkan seseorang terlalu lama melajang padahal hasratnya begitu tinggi untuk menikah. Selain Onani, kerusakan lain yang bisa timbul adalah perilaku pacaran hingga prilaku Sex Before Married. Na’udzubillahi min dzalik…

Itu sebabnya perilaku kecanduan Onani harus segera diterapi agar kerusakan yang lebih besar bisa dihindari atau dikurangi. Tentu saja, Terapi Bebas Onani yang paling mantap adalah Menikah. Kalau merasa berat dengan menikah maka lakukanlah Puasa. Kalau Puasa belum menghasilkan efek yang signifikan maka alihkan energi/hasrat yang ada kepada kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Sebenarnya Onani itu adalah masalah KEINGINAN atau HASRAT, dan hasrat itu adalah masalah HATI (HasRat : Hati Terasa Berat..hehe) . Sehingga, jika hati seseorang itu bersih, maka insya Allah hasrat untuk beronani akan sangat kecil, bahkan bisa saja menghilang.

ONANI adalah KEINGINAN dan bukan KEBUTUHAN. Jika ada yang mengatakan bahwa Onani adalah Kebutuhan dengan alasan kesehatan atau lainnya, maka sebenarnya jika Air Mani itu memang sudah harus keluar dari tubuh, insya Allah pastinya ia kan keluar juga atas izinNya, yakni salah satunya lewat mimpi basah. Dan keluarnya Air Mani lewat mimpi basah bagi bujangan jauh lebih indah dan menenangkan. Selain Halal, yang penting rasanya bung, mungkin kira-kira begitu ungkapan yang cukup tepat. Dan karena Onani itu adalah sebuah perbuatan Dosa maka melakukan Terapi Istighfar akan membantu menghilangkan dosa dan menghilangkan hasrat-hasrat yang tidak kita butuhkan, selain itu juga dapat membantu menghilangkan kegelisahan yang merusak konsentrasi keheningan bersama Allah.

Coba bacalah sepenuh hati “Astaghfirullaah…” dengan makhrojul huruf yang benar dan jelas, insya Allah akan membantu mengeluarkan racun hati dan racun tubuh. Mendzikirkan kalimat “Astaghfirullah” akan membantu mengeluarkan racun CO2 lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut, hal ini terjadi karena dalam kalimat ASTAGHFIRULLAH terdapat 4 huruf JAHR, yaitu GHO, RO, LAM dan LAM. Semakin banyak huruf JAHRnya maka semakin banyak racun CO2 akan keluar dari tubuh (menurut pendapat seorang dokter muda spesialis syaraf, dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS), sehingga wajar jika kinerja tubuh menjadi seimbang. Dengan demikian, ISTIGHFAR akan membantu menyeimbangkan JIWA Anda sekaligus juga TUBUH Anda. Maka tak heran jika jiwa dan tubuh seimbang maka akan memperbesar peluang hadirnya berbagai kemudahan di dalam hidup ini.

“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Selain itu, mengenai Istighfar ini Rosulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang selalu beristighfar maka Allah akan memberinya kelapangan dalam setiap kesempitannya, dan Allah akan membukakan jalan dari kesusahannya serta Allah akan memberinya rezeki dari yang tidak di sangka-sangka. (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

”Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jika mendapat masalah yang cukup berat, solusinya adalah dengan memperbanyak istighfar. “Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan (sulit menemukan solusinya), saya beristighfar kepada Allah sebanyak seribu kali. Allah pun memberikan saya jalan keluarnya.” Itulah pengakuan dari seorang ulama besar yang menjadi guru dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah.Itu sebabnya, di Al-Quran kita disuruh untuk bersegera beristighfar kepada ALLAH. Karena sesungguhnya istighfar itu adalah PINTU hadirnya rahmat dan karunia dari ALLAH SWT.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. 3:133-134)”

Atau coba lakukan Do’a TERAPI SPIRIT NAPAS. Ketika hasrat Onani itu muncul cobalah berdo’a sepenuh hatimu, “ Ya Allah, saya ikhlas menerima hasrat ingin Onani yang begitu kuat ini, maka terimalah saya sebagai hambaMu dan terimalah ibadah-ibadah saya kepadaMu, dan kuatkan hamba dalam menerima hasrat ini sehingga hamba tidak melakukan kemaksiatan. Ya Allah, saya akui bahwa saya susah untuk menahan hasrat ini, saya sadari saya banyak dosa karena telah sering melakukan aktivitas ini dan terus ingin melakukan lagi, maka maafkanlah saya, ampunilah saya, bersihkanlah jiwa saya, rahmatilah saya. Ya Allah Yang Maha Mengurusi segala urusan makhluk, saya serahkan semua permasalahan ini kepadaMu, saya lepaskan seluruh hasrat ini, maka lepaskanlah saya dari hasrat ini, dan serahkanlah saya hanyalah hasrat-hasrat yang halal yang saya butuhkan, dan berikanlah ketenangan kepada saya… hambaMu yang lemah ini. Aamiin…”

Kesimpulan

Sebelumnya mohon maaf apabila ada sahabat yang kurang berkenan dengan isi dari artikel ini. Semoga Allah mengampuni saya yang banyak dosa ini, terlebih lagi ternyata jika artikel ini kurang dilandasi oleh dalil-dalil yang kuat. Namun demikian, inilah keyakinan saya tentang Onani dan permasalahannya. Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat, maka silakan bagikan ke seluruh sahabat yang Anda anggap layak membacanya. Dan kesimpulan terakhir dari tulisan ini ada di tangan Anda masing-masing, dan bertanggungjawablah di hadapan Allah atas kesimpulan yang Anda lakukan. Mohon maaf lahir bathin.

Wallahu ‘Alam

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *