Kenapa-yang-pandai-berSYUKUR-belum-tentu-pandai-berSABAR
- Inspirasi, Motivasi, Solusi

(Part 2) Dengan Metode IBROH, maka tanpa terasa Kesuksesan menjadi Nyata

IBROH adalah 5 huruf yang mewakili 5 kata penuh makna. Dimana I pada kata IBROH mewakili kata IKHLAS.

Banyak yang menyatakan bahwa “Ikhlas” itu mudah dikatakan tapi sulit untuk dilakukan. Itu sebabnya tak heran bila “Ikhlas” adalah pondasi dari segala amal perbuatan baik.

Perbuatan baik itu tergantung dari niatnya, ikhlas atau tidak. Sedangkan perbuatan buruk tidak lagi perlu dilihat niatnya apa. Walaupun niatnya baik, tetaplah buruk. Misal ada orang yang mau membangun masjid, tapi kalau caranya dengan berbuat korupsi atau berjudi tetaplah dihitung perbuatan buruk.

Secara sederhana Ikhlas itu artinya Murni. Murni melakukan sesuatu karena Allah dan untuk Allah, bukan karena Makhluk dan untuk Makhluk.

Contoh, biasanya Anda makan itu karena apa dan untuk apa?

Apakah “karena Allah dan untuk Allah” atau “karena lapar dan untuk kenyang”?

Ikhlas itu menyeluruh, meliputi niat, proses, dan hasil. Kadang ada orang yang beramal lalu niatnya sudah ikhlas, tapi prosesnya bertemu banyak kendala kemudian mulai berkurang keikhlasannya, dan akhirnya ketika sampai ke hasilnya malah menjadi semakin jauh dari keikhlasan.

Ikhlas itu mau dan mampu menerima berbagai kenyataan walau kurang disukai, serta mau dan mampu melepaskan berbagai keadaan, walaupun disukai.

Ikhlas itu tidak bersedih dan khawatir hanya lantaran perkara rezeki dan dunia.

Ikhlas itu gak mudah tersinggung apalagi mendendam atas berbagai teror kata dan energi negatif dari para haters yang hadir.

Ciri orang yang Ikhlas itu biasanya mudah disenangi oleh orang lain. Orang-orang tidak merasa terancam bila berdekatan dengan para Ikhlasers. Sebab para Ikhlasers itu orangnya Tenang dan Menenangkan, Tenang dan Menyenangkan, gak suka menyerobot jatahnya orang lain.

Orang yang Ikhlas itu penuh syukur dan pandai menghargai sesama, penuh sabar dan mampu berempati atas penderitaan saudaranya.

Kalau Anda benar-benar sudah Ikhlas dalam beramal sholeh, maka Anda akan semakin dikejar oleh berbagai peluang kesuksesan, dan berbagai momentum rezeki pun akan semakin sering mendatangi Anda.

Kalau Anda benar-benar sudah Ikhlas dalam beramal sholeh, maka walau tanpa banyak marketing pun, Anda sudah kebanjiran proyek dari Allah, sulit sekali menganggur, setiap waktu Anda sangatlah bermutu.

Kalau Anda benar-benar sudah Ikhlas dalam beramal sholeh, maka Anda sudah kehabisan waktu untuk berbuat dan merasa iri, dengki, dan cemburu kepada orang lain, dan tentu saja Anda sangat tidak tertarik untuk hal-hal yang demikian.

Nah, apakah kita sudah Ikhlas dalam beramal sholih?

In syaa Allaah bersambung ke part 3

www.jlebb.com

Nb :

keterangan :

Iri : Tidak suka melihat kelebihan orang lain

Dengki : Ingin menghilangkan kelebihan orang lain

Cemburu : Takut kelebihannya diambil oleh orang lain

Iri + Dengki + Cemburu = Hasad, dan Hasad melahirkan Hasut.

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *