JADILAH-SI-BUTA-YANG-RENDAH-HATI
- Informasi, Motivasi, Solusi

(Part 4) Dengan Metode IBROH, maka tanpa terasa Kesuksesan menjadi Nyata

Para pelaku mental “Menang-Kalah” (MeKal) punya hobi Bertanding adu kehebatan dan adu kebenaran dengan kawan-kawan mereka, sedangkan para IBROHers memiliki hobi Berlomba melakukan Kebaikan dengan kawan-kawan mereka.

Itu sebabnya, para MeKalers hidupnya dipenuhi berbagai ketegangan serta ketakutan akan kekalahan dan kehilangan, sedangkan para IBROHers dipenuhi oleh rasa tenang bahagia karena sibuk berbagi kebaikan dan cinta dengan penuh keikhlasan dan dengan cara yang benar.

Nah, ketika Keikhlasan dan Kebenaran terbiasa berpadu, maka tumbuh kuatlah berbagai Keyakinan yang benar. Justru semakin banyak kesulitan yang hadir, maka semakin kuat pula Keyakinan yang tumbuh.

Sinergi antara Keikhlasan dan Kebenaran ini akan sangat ditakuti oleh para munafiqun. Kemudian, keyakinan yang tumbuh tersebut tervisualisasi dengan lahirnya Ketegasan dalam bersikap.

Itu sebabnya, orang yang mudah plin-plan alias tidak tegas, adalah mereka yang bermasalah dengan keikhlasannya, dan juga bermasalah dengan konsep kebenaran yang dipahami dan diterapkan dalam hidupnya.

Kebenaran yang dipondasikan dengan keikhlasan pasti akan melahirkan keyakinan; keyakinan pasti akan melahirkan ketegasan; dan ketegasan pasti akan melahirkan action yang tekun dan teguh, pantang menyerah, langka mengeluh.

Nah, aksi yang tekun dan teguh ini disebut sebagai RAJIN. Dimana kata “Rajin” mewakili huruf “R” dari kata IBROH.

Artinya, kalau kita sering malas dalam beramal sholeh, maka bisa jadi hal itu sebagai tanda bahwa ada gangguan keikhlasan di dalam jiwa kita, atau sebagai tanda bahwa kita belum utuh berada di jalan yang benar.

Itu sebabnya ketika malas itu hadir, maka lawanlah dengan hati yang Ikhlas. Maksudnya, ketika hadir rasa malas, maka janganlah Anda memarahi diri Anda sendiri apalagi memarahi orang lain, dan jangan pula Anda bingung dengan kemalasan Anda, misalkan dengan makian “kok gua malas banget sih, bisa mampus gua?”. Sebab kalau Anda berlaku demikian maka Anda akan semakin kacau.

Tetapi terimalah dengan Ikhlas rasa malas tersebut lalu paksakan diri Anda untuk bergerak, lawanlah rasa malas tersebut dengan setulus hati.

Inilah saatnya Anda bertanding, yaitu bertanding melawan musuh Anda yang nyata dan besar, yang terdiri dari Syaitan dan Hawa Nafsu yang menyesatkan. Bukankah musuh yang paling nyata itu bernama Syaitan, dan bukankah perang yang paling besar itu adalah melawan Hawa Nafsu? Maka jadikanlah syaitan sebagai musuhmu, dan Hawa Nafsu sebagai lawanmu.

Mental bertanding harus ditempatkan pada tempatnya. Janganlah bertanding dengan partner sendiri. Dengan musuhlah kita bertanding, tapi dengan kawan kita harusnya berlomba. Dengan musuh kita saling berperang, tapi dengan kawan kita saling membantu. Jangan sampai terbalik, kawan jadi lawan, eh lawan malah jadi kawan, karena hal itu akan membuat jiwa kita hang. Na’uudzubillaahi min dzaalik.

Kawanku, tetaplah engkau rajin berbuat kebenaran walaupun hatimu sedang terasa sempit. Justru bisa jadi, rahmat Allah akan semakin deras mengalir tatkala melihat hamba-hamba-Nya yang tetap tekun bergerak mengabdi pada-Nya, walaupun hati mereka sedang dalam keadaan malas. Sebab sejatinya Allah sedang mempersiapkan banyak kebaikan di balik berbagai aktivitas positif yang tidak kita sukai atau kita malasi tersebut.

Contohnya aktifitas berperang melawan Hawa Nafsu yang berjama’ah membentuk komunitas kebatilan yang kini sedang merongrong berbagai nilai-nilai kebenaran yang sedang disyi’arkan, maka Allah berfirman dalam Surat Al baqarah ayat 216 :

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Artinya, bila kita tetap rajin dan bersabar melewati berbagai kenyataan yang tidak kita sukai, maka Allah siapkan banyak kebaikan yang akan menyelimuti kita.

Dan ingatlah, jangan sampai Anda berperang atau bertanding dengan kawan sandiri, tapi berlombalah dengan kawan-kawanmu dalam berbuat kebaikan, fastabiqul khoirot.

Lalu bertandinglah dengan syaitan, jangan mau dikalahkan oleh Syaitan, jangan malah berlomba dalam keburukan dengan para syaitan, sehingga keburukan yang Anda lakukan berhasil mengungguli para Syaitan.

Namun lawanlah dan perangilah mereka, dan juga lawanlah berbagai hawa nafsu atau keinginan jiwa Anda yang bertentangan dengan nilai-nilai Kebaikan.

Rajinlah melakukan berbagai amal kebaikan dengan cara yang benar yang dipondasikan keikhlasan. Jika Anda sudah demikian, maka berbagai kesuksesan hidup semakin kagak tahan ingin mendatangi Anda dan selalu membersamai perjalanan karir Anda, di dunia menuju akhirat.

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *