- Informasi, Motivasi

PART 5 CARA SPIRITUAL MEMBANGUN REALITA YANG DIINGINKAN

Saatnya INGIN tak lagi sekedar ANGAN

Bagaimana cara mengendalikan pikiran bawah sadar? Bagaimana caranya agar Do’a Manual mampu harmonis dengan Do’a Otomatis? Intinya, bagaimana sih caranya agar kita mampu mengendalikan sesuatu yang sedang mengendalikan kita?

Allah mengendalikan kehidupan kita. Dan kita sebagai hamba, pasti tidak mampu mengendalikan Allah sebagai Tuhan kita.

Kabar baiknya adalah, bahwa “Pikiran Bawah Sadar” bukanlah “Tuhan”, Pikiran Bawah Sadar hanyalah Makhluk yang lemah di hadapan Allah. Allah lah yang mengendalikan Pikiran Bawah Sadar kita.

Kita akan bisa mengendalikan Pikiran Bawah Sadar kita manakala kita paham apa isi dari Pikiran Bawah Sadar, dan bagaimana caranya agar kita mampu mengubah isi Pikiran Bawah Sadar yang negatif menjadi positif.

Berikut ini adalah 3 unsur yang seringkali mengisi Pikiran Bawah Sadar.

1. Informasi
2. Ilmu
3. Rasa Nyaman

Bila kita perhatikan, isi dari Pikiran Bawah Sadar adalah berbagai Informasi dan Ilmu yang diterima melalui Pikiran Sadar, atau kadang langsung / by pass masuk ke Bawah Sadar tanpa sempat tersaring oleh Pikiran Sadar.

Semakin kita “merasa nyaman” dengan informasi dan Ilmu yang kita terima, maka semakin kuatlah mereka bersemayam di pikiran bawah sadar.

Dan hal ini pun termasuk berbagai informasi, ilmu, atau kenangan yang “sangat tidak nyaman” akan bersemayam kuat di Jiwa kita, bila kita terlanjur merasa nyaman untuk merasa kecewa atas berbagai kedukaan yang telah terjadi.

Contohnya begini, Anda pernah dijanjikan sesuatu oleh orang yang sangat Anda cintai, lalu orang tersebut tega nian mengkhianati Anda. Diam-diam ia memilih orang lain dibandingkan Anda yang sudah banyak berkorban untuknya. Maka wajarlah bila Anda akan sangat kecewa. Yang tidak wajar adalah bila Anda mengkerangkeng rasa kecewa tersebut di dalam Pikiran Bawah Sadar Anda seumur hidup.

Nah, ketika rasa kecewa ini Anda pendam, maka sebenarnya Anda sedang “merasa nyaman” memelihara kekecewaan itu untuk terus bersemayam bahkan bertumbuh subur di Jiwa Bawah Sadar Anda.

Padahal Keadaan Jiwa itu menggambarkan kondisi Energi. Jiwa yang kecewa akan menghasilkan banyak Energi yang negatif, lalu sekumpulan Energi negatif ini akan membangun berbagai realita yang mengecewakan lainnya.

Itu mengapa, kekecewaan yang tidak dimaafkan, dilepaskan, dan diserahkan kepada Allah, maka akan terus mengundang hadirnya berbagai kekecewaan lainnya.

In syaa Allaah bersambung ke part 6

Wallaahu a’lam

KZ

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *