- Inspirasi

PART 8, CARA SPIRITUAL MEMBANGUN REALITA YANG DIINGINKAN

Alhamdulilah di part 7 kita sudah belajar bagaimana caranya agar kita terkoneksi dengan Tuhan, selaras dengan impian, harmoni dengan kehidupan, dan saling support dengan alam, sehingga mengundang realita idaman yang diinginkan, dengan pola :

1. Berpikir – Paham
2. Berperasaan – Nyaman
3. Berkeyakinan – Aman

Setelah Paham-Nyaman-Aman, maka lanjutkanlah dengan memperkuat koneksi kepada Allah dengan cara tunduk ta’at berserah diri total kepada Allah sehingga kita menjadi semakin kosong dari berbagai keraguan dan kepanikan.

Apabila kita sudah “kosong” artinya kita siap “diisi” oleh Allah dengan berbagai realita yang indah. Tapi kalau kita masih ragu kepada Allah dan pertolongan-Nya, plus masih sering panik atas keadaan kekinian, maka artinya kita sedang tidak selaras dengan keindahan dan sedang mengundang realita berupa bencana ujian.

Orang-orang yang sudah kosong dari berbagai kepanikan tentang dunia dan keraguan tentang pertolongan Allah, maka itulah orang yang kokoh keimanannya, orang yang siap dibantu, digerakkan, dan diselamatkan oleh Allah melalui mekanisme Sunnatullah di Semesta Alam.

Dengan demikian, terbentuklah pola yang selaras dengan alam dan harmoni dengan kehidupan, yang menghadirkan dan menggerakkan banyak energi positif, yaitu pola PNAI : Paham-Nyaman-Aman-Iman.

Apabila kita konsisten hidup dengan pola PNAI maka kita tidak hanya sedang menyelamatkan diri sendiri dan keluarga kita, tapi kita sudah menjadi bagian dari “alat Allah” untuk membantu dan menyelamatkan orang-orang di sekitar kita.

Sabda Nabi Muhammad Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam, “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat kepada manusia lainnya” (H.R. Thabrani dan Daruquthni).

Nah bagaimana mungkin kita bisa bermanfaat bagi sesama kalau kita sendiri masih ragu dan panik, alias masih gagal paham dan gagal nyaman dengan rukun iman yang keenam?

Kalau Pola PNAI ini kita terapkan bersama-sama, minimal 10 persen saja dari orang-orang baligh yang ada di Indonesia ini, maka in syaa Allaah bencana ujian Corona akan segera berubah menjadi keindahan dan kenikmatan.

Sebab hakikatnya, apa yang terjadi di alam semesta ini adalah buah dari mental penduduk bumi. Alam hanya merespon perilaku insan. Jika para insan ini berjiwa rumit, risih, resah, rusuh, panik, dan ragu maka wajar kalau bencana di alam, termasuk wabah, merajalela.

Perbaiki diri, introspeksi, berhenti debat dan panik, in syaa Allaah pertolongan Allah sangat dekat.

Ketika Wabah datangnya tiba-tiba, dan direspon dengan PNAI di jiwa, maka
pertolongan Allah datang segera dan tak terduga, In syaa Allaah Corona lenyap seketika.

In syaa Allaah bersambung ke part 9

Salam

KZ

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *