- Inspirasi

PART 9 Tamat, CARA SPIRITUAL MEMBANGUN REALITA YANG DIINGINKAN

LATIHAN DO’A BAWAH SADAR

Penting melatih keyakinan kita dalam bertuhan. Islam mengajarkan umatnya untuk membiasakan berdo’a sebelum melakukan apapun, minimal dengan ucapan “Bismillaahirrahmaanirrahiim”.

Salah satu yang membuat do’a tidak mustajab adalah bentroknya antara do’a/permintaan dengan keyakinan bawah sadar.

Contoh permintaan: “Ya Allah berikanlah saya uang 100 juta besok sebelum zuhur, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu”.

Nah, bisa jadi keyakinan bawah sadar Anda bergejolak menolak, “Whaaat… 100 juta? Besok? Duit dari mana? Kayaknya gak mungkin deh”.

Akhirnya do’a pun tak terkabulkan sesuai harapan. Kenapa demikian? Karena keyakinan bawah sadar kita sedang dalam keadaan tidak siap, untuk merespon permintaan yang kita ucapkan, sehingga tidak terjadi keselarasan antara Do’a dengan Keyakinan Bawah Sadar.

Itu sebabnya penting membiasakan diri untuk berdo’a dan berserah kepada Allah dslam berbagai keadaan untuk berbagai hal yang nilainya kecil, sederhana, atau yang nilainya besar.

Ketika Anda sudah terbiasa berdo’a untuk hal-hal yang sederhana lalu dikabulkan oleh Allah, maka lama kelamaan akan terbangun keselarasan yang kuat antara “Do’a/Permintaan” dengan “Keyakinan Bawah Sadar” Anda.

Misalkan Anda sedang duduk dan ingin berdiri, walau hati Anda sudah yakin bahwa tanpa do’a pun Anda tetap diizinkan berdiri oleh Allah, tapi tetaplah lakukan do’a dengan sungguh-sungguh minimal di dalam hati berdo’a : “Bismillaahirrahmaanirrahiim, Ya Allah mudahkanlah saya berdiri, terimakasih”, dan do’a Anda pun dikabulkan oleh Allah.

Biasakanlah berdo’a untuk hal-hal atau permintaan yang kecil dan sederhana. Jangan hanya berdo’a ketika Anda meminta sesuatu yang Anda anggap besar. Bukankah bagi Allah semuanya kecil dan mudah untuk dikabulkan?

Ketika Anda sudah terbiasa berdo’a dalam berbagai keadaan maka Keyakinan Bawah Sadar Anda akan menyimpulkan bahwa “Do’a apapun pasti dikabulkan Allah, sekehendak-Nya”. Tapi kalau Anda hanya berdo’a di waktu-waktu tertentu saja, di saat merasa perlu saja, maka Keyakinan Bawah Sadar Anda belum terlatih dan terbiasa, sehingga bisa terkaget-kaget.

Adapun do’a itu hakikatnya adalah Dzikrullah, yakni mengingat Allah. Itu sebabnya semakin banyak kita berdo’a maka sebenarnya kita semakin melekat terkoneksi kepada Allah, bukan malah melekat kepada apa yang kita minta. Jika kita tak terbiasa berdo’a dalam banyak keadaan maka adab do’a kita menjadi buruk, setelah berdo’a bukannya tenang eh malah tegang, bukannya ingat Allah eh malah ingat benda yang kita minta kepada Allah, sungguh tampak bermental oportunis.

wallahu a’lam

KZ

Bagi Sahabat Jlebb GeTol yang ingin membaca dan me refresh lagi tema di atas mulai part 1 sampai 8, silakan cari dan nikmati artikelnya di www.jlebb.com Terimakasih

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *