- Inspirasi, lainnya, Public Training

#part4 Diawali Dengan Memahami Hakikat HAJI, Semoga HAJI Anda MABRUR 😊🤲

Jama’ah Haji Indonesia biasanya memilih melakukan Haji Tamattu’ , dimana sebelum melakukan proses Haji, jamaah telah melakukan prosesi Umrah.

Tahalul di saat Umrah ditandai dengan cukur rambut dan disunnahkan digunduli bagi pria, hanya saja karena jarak waktu Umrah dan Haji berdekatan maka biasanya jamaah hanya mencukur rambut saja lalu proses penggundulan dilakukan di saat *Tahalul Awal*, yakni setelah selesainya melakukan lempar Jumroh ‘Aqabah dan menyembelih hewan hadyu.

Jadi, Tahalul Awal adalah tanda bahwa proses haji sudah selesai, kecuali tinggal melakukan Thawaf Ifadhah, dan Sa’i.

Adapun Tahalul Akhir ditandai dengan selesainya seluruh proses rukun haji (termasuk thawaf dan sa’i) dan satu wajib Haji: yaitu Lempar Jumroh ‘Aqobah.

*Tahalul* artinya *Telah dihalalkan kembali*, maksudnya adalah bahwa semua proses yang tadinya dilarang saat dimulainya niat haji dan berihram maka setelah Tahalul Akhir semua diperbolehkan kembali, kecuali untuk Tahalul Awal yang masih belum diperbolehkan adalah yang berurusan dengan kenikmatan bersama wanita, yaitu berjima’ atau melakukan akad nikah.

Dengan adanya proses Tahalul awal dan Tahalul Akhir ini, maka dapat dimaknai bahwa kenikmatan ber-wanita adalah kenikmatan duniawi yang tertinggi, sehingga tahalul awal tidak mampu menggugurkannya, alias masih harus *berkorban* tenaga dan waktu untuk melakukan Thawaf dan Sa’i terlebih dahulu maka barulah boleh menikmati keindahan perhiasan duniawi yang tertinggi ini.

Itu sebabnya tak heran bila pernikahan disebut sebagai “Mitsaqan Ghaliza” yang berarti *Ikatan yang Kuat*. Butuh ikatan yang lebih kuat untuk pengorbanan yang lebih besar.

Menikmati apapun yang belum dihalalkan oleh Allah adalah termasuk perbuatan keji dan menyimpang. Apalagi menikmati perhiasan terindah. Itu sebabnya perilaku _free sex_ alias _zina_ alias ber _jima’_ tanpa adanya akad nikah, adalah termasuk perilaku yang sangat keji dan menyimpang.

Dengan demikian, maka *Tahalul* dapat diartikan sebuah tanda bahwa *urusan dunia menjadi halal dan berkah* setelah kita melakukan sebuah pengorbanan untuk Allah agar dihalalkan untuk mendapatkan berbagai kenikmatan duniawi. Inilah Proses _Tijaroh_(jual beli) yang diridhoi-Nya.

Yup, prosesi ibadah haji adalah salah satu contoh jual beli yang berkah, sesuai aturan-Nya dan saling ridho. Kita “membeli” keridhoan Allah dengan cara “menjual” pengorbanan yang besar. Betapa banyak Harta, Waktu, dan Tenaga yang kita korbankan untuk mendapatkan keridhoan Allah dalam proses berhaji ini.

Walaupun sebenarnya, pengorbanan tersebut tetaplah tidak sebanding dengan berbagai *kehalalan* yang telah Allah berikan dalam berbagai bentuk kenikmatan duniawi kepada kita semua.

Walaupun Jual beli ini tidak berlangsung seimbang, tapi Allah tetap ridho sebab keterbatasan kita sebagai makhluk. Semoga pengorbanan para jama’ah Haji yang tak seberapa ini, berkenan dibeli oleh Allah dengan titel *Mabrur*.

Sesungguhnya Allah itu Maha Kaya lagi Maha Mulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

_In syaa Allah bersambung ke part 5_

www.Jlebb.com

*NB : Hot Info*

Masih tersedia visa haji khusus Furoda non kuota berangkat tahun ini untuk 20 orang.

*Terakhir pendaftaran* dan pembayaran untuk DP 30 Juni 2019. Siapkan Paspor, FC KTP dan KK, Kartu Kuning, dan DP 6500 usd.

*CP 081314587468*

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *