- Informasi, Inspirasi, lainnya

#parterakhir Diawali Dengan Memahami Hakikat HAJI, Semoga HAJI Anda MABRUR 😊🤲

Dan di antara tanggal 10 Dzulhijjah sampai sebelum pulang ke tanah Air maka jama’ah haji harus melakukan Thawaf Ifadah, Sa’i plus Tahallul Akhir sebagai kelengkapan Rukun Haji.

*HIKMAH THAWAF IFADHAH*

Ifadhah artinya Meninggalkan. Thawaf Ifadhah adalah Thawaf yang dilakukan Jama’ah Haji setelah meninggalkan ‘Arafah.

Thawaf Ifadah adalah lambang dari pentingnya beribadah _mahdah_ kepada Allah, sebagaimana ibadah Sholat. Itu sebabnya seorang wanita belum boleh berthawaf jika masih haid, dan setiap jama’ah dianggap batal thawafnya bila ia batal wudhunya, misalkan buang angin.

Gerakan Thawaf dari kanan ke kiri mengelilingi Baitullah membentuk *Lingkaran* atau *Angka Nol* yang sedang mengelilingi *Satu Titik*, hal ini mencerminkan para hamba yang sedang melakukan proses “nol” dalam mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Satu/Tunggal/Ahad.

Artinya yang *Ahad* hanyalah Allah, sedangkan kita hanyalah hamba yang tadinya *tiada (nol)* lalu diberikan oleh-Nya kehidupan. Dia itu Wujud, kita hanyalah diwujudkan-Nya.

Itu sebabnya jika kita ingin dikekalkan-Nya maka mendekatlah kepada Allah Yang Maha Kekal Abadi.

Berkunjung ke rumah Allah adalah kebutuhan kita untuk berjumpa dengan-Nya. Jangan sampai kita salah sasaran.

Perhatikanlah, bila kita mengunjungi Rumah seseorang, tentunya tujuan kita adalah untuk menemui orang si pemilik rumah, dan bukan untuk fokus menikmati sajian-sajiannya, tapi boleh saja setelah kita dipersilakannya untuk mencicipi sajian yang disediakan, dan itu pun tentunya dengan adab yang santun, jangan rebutan dengan tamu yang lain.

Kita pun datang ke Rumah Allah dengan tujuan bertemu Allah, bukan malah sibuk rebutan menikmati sajian-Nya, seperti rebutan mencium Hajar Aswad tanpa adab kesantunan.

Fokuslah kepada pemilik-Nya, bukan malah fokus kepada sajian-Nya. Bahkan saking fokusnya maka kita diharuskan Thawaf sebanyak 7 kali mengitari Baitullah, agar semakin fokus kepada Allah.

Angka 7 menandakan makna “banyak”. Maknanya bahwa Thawaf 7 Putaran adalah upaya beribadah untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya pusat ingatan rotasi kehidupan, dan menjadikan proses mengingat Allah itu haruslah banyak atau sebanyak-banyaknya, agar kita semakin meng-nolkan diri dan semakin meng-Esakan-Nya.

*HIKMAH SA’I*

Sa’i artinya usaha. Diambil dari kisah Hajar, ibunya Isma’il yang berusaha mencarikan air untuk anaknya, Isma’il kecil yang sedang menangis, dari bukit *Shofa* ke bukit *Marwah* sebanyak 7 kali bulak balik, naik turun bukit.

Shofa artinya Murni, dan Marwah artinya Kehormatan. Artinya, jika kita _berusaha dengan niat yang murni, dan dengan cara yang halal, maka Allah akan jaga kehormatan kita_.

Ternyata air yang dicari tidak ditemukan di Shofa maupun di Marwah, tapi di tempat yang lain, yaitu di dekat kaki Isma’il kecil.

Dengan demikian peristiwa Sa’i mengajarkan banyak hikmah kepada kita, di antaranya :

1. Ikhtiar atau berusaha itu sifatnya dinamis, ada naik dan ada turun, kadang untung dan kadang belum, kadang gagal dan kadang berhasil. Namun yang penting kita jangan menyerah, selama niat dan cara kita benar maka Allah akan jaga kehormatan kita dari mental bergantung dan meminta-minta kepada makhluk.

2. Ikhtiar itu Kewajiban, tapi Hasil/Rizki itu Kejutan. Janganlah hobi mengkaitkan dan memastikan antara jumlah usaha dengan hasil akhir. Kita adalah hamba Allah, bukan hamba Ikhtiar.

3. Ternyata solusi atau Kemudahan sejati itu tidaklah jauh dari posisi Kesulitan atau masalahnya. Buktinya letak air yang dicari ternyata ada di dekat kaki Isma’il kecil yang sedang menangis. Allah itu baik banget, meletakkan solusi disamping permasalahan yang ada, hanya saja kita jarang menyadarinya. Padahal Allah sudah tegaskan bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

4. Jika niatnya tulus, caranya benar, dan pantang menyerah, maka hasil “jerih payah” itu bisa menjadi bagian dari kemanfaatan bagi manusia sampai waktu yang sangat lama, sebagaimana air zamzam yang terus mengalir sampai waktu kini, bahkan sampai nanti seolah abadi.

*Tahalul Akhir*

Setelah selesai Thawaf dan Sa’i maka otomatis selesai Tahalul Akhir. Bolehlah kembali mencicipi semua kenikmatan dunia yang fana yang sebelumnya dilarang saat ihram, termasuk kenikmatan menikahi wanita.

*Hikmah Thawaf Wada*

Thawaf Wada adalah Thawaf Perpisahan.

Kita mengucapkan salam perpisahan kepada Baitullah dengan mental mencintai Allah dan siap ditugaskan oleh Allah untuk menjadi hamba yang lebih beriman dan bertaqwa ketika sudah kembali ke tanah air, sehingga menebar banyak manfaat dan maslahat kepada sesama, bukan dengan mental supaya dipanggil Pak Haji atau Bu Haji.

*HIKMAH TERTIB*

Rukun Haji yang terakhir adalah Tertib. Hikmah tertib adalah :

1. Ikuti dan Nikmati Proses
2. Hentikan dan Matikan Protes
3. Hidupkan dan Buktikan Progres
4. Maka hidup akan sukses dan semakin jauh dari stress

_Wallahu A’lam_

Kang Zain
www.Jlebb.com

Support by

– JLEBB Inti Karakter
– Adeem Tours

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *