RAHASIA-Kenapa-SHOLAT-ditutup-dengan-ucapan-SALAM
- Inspirasi

RAHASIA Kenapa SHOLAT ditutup dengan ucapan SALAM

Salah satu hikmah kenapa sholat ditutup dengan ucapan salam yaitu terjadinya keseimbangan antara proses “hablumminallaah” dan “hablumminannaas”

Simaklah, setelah kita menguatkan aqidah-tauhid kita dengan Takbir-Alfaatihah-Tuma’ninah-Ruku-Sujud-duduk Tasyahud/Tahiyyat untuk menyembah-Nya dan membesarkan-Nya maka terisilah jiwa kita dengan kekuatan-Nya dan dengan kasih sayang-Nya yang duahsyat.

Setelah itu tugas kita berikutnya adalah menebar SALAM, realisasi Tauhid dalam Akhlaq yang memikat. Aplikasi hablumminallah dalam praktik nyata di hablumminannaas. Dengan Energi dahsyat Ilahiyah yang sudah ter-charge-kan ke jiwa kita maka proses menebar salam akan menjadi proses nikmat atas tersambungnya banyak kasih sayang.

SaLam adalah Sayang yang mendaLam, dikarenakan dalam setiap jiwa ada titisan rahmat Allah maka ketika kita menyayangi sesama dengan tulus artinya kita sedang menghubung-hubungkan rahmat Allah yang ada di antara setiap jiwa, proses inilah yang dikenal dengan istilah SiLaTurRahim.

Itu sebabnya ciri orang yang sukses dalam menegakkan sholatnya yaitu ia akan rajin menebar salam ke sesama, sehingga tercegahlah yang namanya perbuatan keji dan mungkar.

Artinya, ciri seseorang bertauhid-aqidah yang kuat dan benar adalah lahirnya akhlak indah yang memikat.

Dan cukup anehlah orang yang rajin menegakkan sholat tapi juga rajin membenci sesama dan menghujat siapapun yang berbeda paham dengan keyakinannya.

Semoga Allah menitipkan dan menghadirkan sebagian rahmat-Nya ke dalam jiwa kita, sehingga kita mencintai-Nya, menyayangi-Nya dan menyayangi semua ciptaan-Nya atas nama-Nya dalam kualitas sayang yang proporsional dan memenuhi standar prioritas dalam menyayangi sesama yang dijaga-Nya, oleh Allah yang RouufurRohiim.

Adapun gambaran prioritas pemberian Sayang mulai dari yang pertama hingga seterusnya, yaitu sayang kepada:

1. Allah, af’al-Nya dan kalam-Nya
2. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam
3. Diri sendiri (bukan dalam makna egois)
4. Orang tua kandung
5. Istri, anak kandung, saudara kandung, mertua, dan menantu.
6. Ahli Warits yang beriman kepada Allah
7. Orang Beriman yang Allah dekatkan dengan kehidupan kita, misal teman akrab, guru, tetangga, murid dlsb.
8. Orang beriman lainnya
9. Manusia pada umumnya
10. Usaha kita dan Harta Benda yang didapatkan dengan halal
11. Binatang dan Tetumbuhan
12. Bumi dan Lingkungan sekitar
13. Seluruh ciptaan Allah lainnya pada umumnya.

Artinya hidup kita akan kering dari sayang sejati bila kita salah menempatkan prioritas rasa sayang di dalam kehidupan kita.

Walahu a’lam – Dan hanya Allah lah yang Paling mengetahui konsep salam dan prioritas sayang yang sesungguhnya.

Salam Sayang

Kang Zain

About Kang Zain

Read All Posts By Kang Zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *