- Inspirasi, Solusi

ULAMA dan PLURALISTAS yang berAKHLAK TAUHID

Bismillaahi arrahmaani arraahiim...

Semuanya berawal dari Al-Waahid, Allah yang Tunggal. Lalu atas Kehendak-Nya, keperkasaan-Nya, kuasa-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan seluruh kesempurnaan-Nya, maka diciptakanlah makhluk yang beraneka ragam, supaya saling mengerti satu sama lain bahwa pada hakikatnya kita semua berasal dari yang Mahasatu, Allah yang wujud.

Allah pun berfirman di AlQuran surat Pencipta (Fāţir):27 Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

Jangan sekedar terpesona pada warnanya yang berbeda-beda, tapi coba lihatlah buah dan bunganya yang tumbuh ceria.

Jangan sekedar terpesona dengan buah dan bunganya yang tumbuh ceria, tapi lihatlah antar mereka harmoni saling mengirim cahaya.

Jangan sekedar lihat keharmoniannya, tapi lihatlah hujan yang sudah rela turun meriangkan jiwa para buah dan bunga.

Jangan sekedar lihat hujannya saja, tapi lihatlah pengorbanan sang awan yang ridho menghitam demi keceriaan para bawahannya di muka bumi.

Jangan sekedar lihat pengorbanan sang awan, tapi lihatlah langitnya yang terus bertingkat sampai tujuh melindungi bumi.

Jangan sekedar melihat langitnya yang tinggi bertingkat, tapi lihatlah ‘Arsy-Nya yang agung meliputi semesta.

Dan janganlah sekedar melihat ‘arsy-Nya yang Agung, tapi saksikanlah bahwa ada Allah dibalik setiap fenomena, pemilik segalanya, bersemayam di atas ‘Arsy-Nya.

Bersaksilah : Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu annaa muhammadar rasuulullaah.

Pluritas atau keberagaman adalah bukti bahwa Allah itu punya maksud tauhid. Allah mengundang para hamba-Nya yang beriman dan berilmu untuk bisa mengenal dan menemukan-Nya melalui keberagaman ciptaan-Nya.

Dan manusia adalah makhluk rasa, yang mana untuk bisa akrab dengan sesama harus menempatkan rasa dalam perkomunikasian. Komunikasi tanpa rasa adalah komunikasi tanpa akhlak. Komunikasi tanpa akhlak adalah komunikasi yang tidak beradab tauhid sebab tidak mau mengahargai ciptaan-Nya yang sedang diajak komunikasi.

Itu sebabnya, tauhid yang Nabi ajarkan bukanlah Tauhid Benciniyah, tapi Tauhid Akhlaqul Karimah, Tauhid yang selaras dengan seluruh Asmaaul Husna-Nya, tauhid yang bukan sekedar melihat buah dan bunga, tapi tauhid yang sudah menembus ruang dan waktu menuju Sang Kekal Yang Mahasatu. Sehingga dengan tauhid yang santun inilah Islam dikenal dan semakin besar menguat.

Para Ulama sejati pasti memahami hal ini. Para ulama sejati tidak akan mudah menyalahkan pendapat ulama lainnya yang berbeda warna dengannya. Para ulama yang sejati sungguh menjaga ego merasa paling ulama. Para ulama sejati sangat menghargai perbedaan warna. Para Ulama sejati sangat takut kepada Allah sehingga maksiat batin dan lahir sangat jarang sekali dilakukannya.

Allah berfirman dalam AlQuran surat Pencipta (Fāţir) ayat berikutnya yakni ayat 28 Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ULAMA. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Itu sebabnya jika ilmu yang kita miliki justru membuat kita sombong, membuat kita semakin doyan maksiat, dan membuat kita hobi berkhlak buruk ke diri sendiri dan ke sesama, maka kita jauh sekali dari predikat ulama atau para cendikia, walaupun bergelar Kyai, Gus, KH, Prof, LC, DR, Syeich, Imam, Habib, Ustadz dlsb.

Tetapi jika ilmu yang Allah titipkan kepada kita membuat kita semakin tenang riang bahagia, merendah dan takuluk di hadapan-Nya, lalu diiringi dengan kenyataan bahwa kita semakin menebar salam manfaat ke sesama dan semesta, maka in syaa Allah itu pertanda bahwa kita semakin diulamakan oleh-Nya yang Samii’un ‘Aliim, Ghofuurun Syakuur, dan Rahmaanur Rahiim.

Wallaahu a’lam

Salam

www.jlebb.com

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *