- Inspirasi

VIRUS CORONA, SHOLAT 5 WAKTU, KESEDIHAN NABI dan peristiwa ISRA MI’RAJ

Tepat 1400 tahun yll, terjadilah sebuah peristiwa agung yang menjadi salah satu Mukjizat Nabi Muhammad Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu peristiwa ISRA’ MI’RAJ (IM).

Isra’ : artinya Perjalanan di malam hari. Mi’raj : artinya menaiki tangga-tangga langit.

Tentunya peristiwa IM ini terjadi sudah menjadi ketetapan Allah dengan diawali dari kesedihan Nabi yang telah kehilangan 3-ta, Harta-Tahta-Wanita. Apa saja itu?

1. Kehilangan Harta : waktu itu Nabi dan sahabat diembargo oleh kaum kafir Quraisy, di-lockdown secara ekonomi.

2. Kehilangan Tahta : saat itu paman beliau, Abu Thalib meninggal dunia, sehingga secara pengaruh kekuasaan, kaum muslimin semakin menurun. Biasanya perjuangan kaum muslim sering di-back-up oleh Abu Thalib.

3. Kehilangan Wanita : Istri tercinta beliau, satu-satunya, yakni Khadijah, meninggal dunia tak lama setelah paman beliau meninggal.

Allah pun menghibur Nabi yang sedang berduka cita dengan mengajak beliau jalan-jalan atau travelling, dan pulangnya dari jalan-jalan tersebut Nabi Muhammad Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam membawa oleh-oleh untuk umatnya, yaitu sebuah Terapi Kesehatan Lahir Batin yang bernama Sholat 5 Waktu.

Jadi jika dimaknai secara holistik maka ISRA’ MI’RAJ (IM) adalah sebuah peristiwa yang sudah menjadi skenario Allah, sebagai Mukjizat Nabi Muhammad Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam, yang dilatarbelakangi oleh kesedihan Nabi karena beliau telah kehilangan 3-ta, dengan cara memperjalankan beliau di suatu malam menaiki sebuah kendaraan tercanggih, sangat cepat di atas kecepatan cahaya, sangat fleksibel karena mampu menembus ruang, dimensi, dan waktu, yang bernama BUROQ, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lanjut menaiki tanga-tangga langit hingga sampai di terminal spesial yang bernama SIDROTUL MUNTAHA (SM), dan di SM inilah beliau berjumpa dan ngobrol dengan Allah tanpa lagi perantara Malaikat Jibril, lalu Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, memberikan beliau Hadiah atau Oleh-oleh yang luar biasa, sebagai terapi jiwa dan raga bagi orang-orang yang beriman, yaitu Sholat 5 Waktu.

Itu sebabnya, tak perlu heran jika perintah Sholat 5 Waktu tidak tertulis secara tegas di dalam AlQuran, sebab perintah Sholat 5 Waktu ini tidak disampaikan melaui Jibril atau Mimpi Nabi, tapi spesial langsung dari Allah kepada beliau di tempat yang sangat suci, yaitu SIDROTUL MUNTAHA.

Mari kita refleksikan Kisah IM ini dengan kejadian kekinian, wabil khusus tentang Virus Corona (VC). Minimal ada 3 Ibroh yang bisa kita ambil.

1. Umat Islam bahkan sebagian besar umat manusia saat ini, tengah dirundung kedukacitaan yang mendalam dengan hadirnya Pandemi VC. Dan sebagian dari Kita pun merasakan kehilangan 3-ta, atau kurang dari itu. Mari kita telusuri.

A. Harta : banyak hari ini yang penghasilannya jauh berkurang. Padahal di Indonesia yang diterapkan baru Sistem semi Lockdown, belum Lockdown penuh sebab diembargo oleh pasukan VC.

B. Tahta : bahkan ada yang terpaksa di-PHK dari kantornya karena kantornya tidak bisa lagi memberikan gaji. Atau tetap bekerja, tapi pengaruh kekuasan si Bos menjadi berkurang disebabkan tidak mampu memberikan uang kepada bawahannya. Termasuk ada suami yang menjadi kurang bertahta dan berdaya di hadapan istrinya, karena suaminya menjadi tidak produktif, sedangkan istri menuntut uang belanja tak berkurang.

C. Wanita : banyak yang keluarganya ditimpa sakit Covid-19, bahkan ada yang meninggalkan dunia, mendatangi akhirat. Kehilangan istri, ibu, suami, ayah, anak dan orang-orang yang dicintai lainnya.

2. Solusi menghilangkan kedukaan ini adalah dengan cara melakukan travelling atau jalan-jalan. Bagaimana mau travelling, padahal kita diminta Stay at Home ? Tentu saja, yang jalan-jalan bukan fisiknya, tapi batinnya. Bagaimana caranya?

A. Jalan-jalan yuk ke masa lalu. Siapa tahu kita menemukan berbagai dosa yang tertinggal yang belum sempat kita istighfarkan, atau bertemu dengan berbagai kenikmatan yang belum sempat disyukuri dan diserahkan kepada Allah, atau berjumpa dengan berbagai kenangan musibah yang belum lagi kita ikhlaskan dan istirja’-kan, dan bertemu dengan berbagai perilaku syirik yang belum sempat ditahlilkan dengan tauhid kemurnian. Setelah ketemu dengan mereka, maka perbanyaklah hamdalah, istighfar, istirja’, dan tahlil dengan totalitas bukan sekedar formalitas.

B. Jalan-jalan yuk ke masa depan. In syaa Allaah di sana kita akan menemukan berbagai kenikmatan yang dahsyat. Ekonomi yang semakin stabil, harta yang semakin berkah berlimpah, pasangan hidup yang semakin indah dan ramah, anak-anak keturunan yang semakin sholih dan sholihah, Indonesia yang semakin jaya bermartabat, dan pastinya in syaa Allaah kita akan bertemu dengan Jannah yang sangat memesona, lalu di sanalah kita berjumpa langsung dengan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Indah.

C. Jalan-jalan yuk ke masa kini melihat keadaan kekinian dari kacamata baik sangka. Berbagai kesulitan yang terjadi ini adalah karena Allah punya rencana besar ingin memberikan kenikmatan yang dahsyat bagi orang-orang beriman dan berakal, orang-orang beriman yang rajin beramal sholih dan senantiasa memerhatikan tanda-tanda yang Allah turunkan.

3. Jika kita bersabar dan mendirikan Sholat 5 Waktu, maka Allah akan hadirkan berbagai solusi dari kedukaan kita. Walaupun sholatnya harus di rumah, ya gpp. Yang penting khusyu, kalau bisa tetap berjama’ah bersama keluarga.

Toh , perintah Sholat berjama’ah di masjid itu kan ditetapkannya di Madinah ketika keadaan sudah aman, karena Masjid pertama yang dibangun oleh Nabi dan sahabat pun adanya di Madinah, yaitu Masjid Quba.

Ini sebuah gambaran untuk kita semua, bahwa dalam keadaan tidak aman; baik tidak aman karena perang, atau karena gangguan orang kafir, atau karena gangguan wabah; maka lebih utama sholat berjama’ah di rumah, sambil memperkuat hubungan kasih sayang dengan keluarga.

Lebih baik sholat di rumah tapi merindukan masjid, daripada sholat di masjid tapi pengen cepet-cepet pulang ke rumah.

Namun kalau kita yakin 100% bahwa kondisi masih sangat aman dari Corona, maka silakan saja sholat di masjid atau musholla terdekat, di masjid kampung Anda, atau di perumahan Anda. Begitupun bila terpaksa keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok, maka upayakan untuk tetap jaga jarak dari VC. Pantau terus situasi kekinian, jangan sampai lengah.

Kalau kita perhatikan, maka Sabar itu lambang dari Isro’, yakni panjangnya perjalanan fisik dari masjid ke masjid, Sedangkan Sholat adalah lambang dari Mi’raj, yakni perjalanan batin berjumpa dengan Allah Subhaanahu Wata’aalaa.

Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa kehadiran Pandemi Virus Corona ini sejatinya akan mengembalikan dan meningkatkan kesadaran kita yang selama ini kurang bersabar dan kurang serius menegakkan sholat 5 waktu dengan khusyu.

Intinya, yakinlah bahwa selama kita bersabar diam di rumah dengan situasi ini, lalu sholat 5 waktu dengan khusyu, maka pasti Allah akan menolong kita. Itulah janji Allah di surat Al-Baqarah, ayat 45 dan 46. Dan Allah selalu menepati janji.

“Jadikanlah sabar (Isra’) dan shalat (Mi’raj) sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka sedang berjumpa dengan Tuhannya (Sedang Mi’raj), dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya (Siap Mati).” (Q.S. 2 : 45-46).

wallahu a’lam

Salam

KZ

www.jlebb.com

Please follow and like us:
error

About kang zain

Sejak 2001 bergerak di bidang pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sejak tahun 2006 memfokuskan diri bergerak di bidang pelatihan SDM yang berbasis Motivasi Spiritual, yaitu Spiritual Character Building.
Read All Posts By kang zain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *